Kamis, 01 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Sinta Agatha M. Iqbal raih Penghargaan Stan Favorit pada Pameran Kriyanusa 2026 Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 37 Kasus Narkoba September 2026, 44 Tersangka Diamankan Sambangi Gedung PWI Kapolres Metro Tangerang Minta Kapolsek Respon Cepat Konfirmasi Wartawan Pemanggilan Saksi Jadi Babak Baru, Abel Dorong Penanganan Perkara Transparan dan Berkeadilan Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris: Pengrajin Tas Olahan Mengangkat Nama Baik Jambi SDN Harja Mekar 01 Cikarang Utara Gelar Maulid Nabi, PLT Kepsek Susi S.Pd Hadirkan Dakwah Boneka KA Hae n Steven RR. Okki Jusuf Judanagara: Merajut Warisan Tarumanagara dan Gagasan Pembangunan Berbasis Kearifan Nusantara Nyamar Jadi Petugas Provider, Spesialis Pencuri Tower BTS Ditangkap di Tangerang
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Sosial › Mahardhika Premium

Demo Emak Emak Dari Aliansi Rakyat Menggugat, ‘Hentikan Proyek PIK 2’

BAGIKAN ARTIKELDemo Emak Emak Dari Aliansi Rakyat Menggugat, ‘Hentikan Proyek PIK 2’https://www.mahardhikanews.com/2025/01/09/demo-emak-emak-dari-aliansi-rakyat-menggugat-hentikan-proyek-pik-2/
Demo Emak Emak Dari Aliansi Rakyat Menggugat, ‘Hentikan Proyek PIK 2’

MAHARDHIKAnews.com KAB. TANGERANG, — Puluhan emak-emak yang menamakan Aliansi Rakyat Menggugat melakukan aksi demo hentikan proyek pembangunan PIK2 di sepanjang jalan raya kali baru- Kramat – Surya Bahari pada Rabu (8/1).

MAHARDHIKAnews.com KAB. TANGERANG, — Puluhan emak-emak yang menamakan Aliansi Rakyat Menggugat melakukan aksi demo hentikan proyek pembangunan PIK2 di sepanjang jalan raya kali baru- Kramat – Surya Bahari pada Rabu (8/1).

Berdasarkan hasil pantau awak media aksi demo emak emak yang menamakan Aliansi Rakyat Menggugat berjalan aman dan kondusif dengan di kawal langsung oleh pihak Polres Metro Tangerang, Kepolisian sektor Teluk Naga Kepolisian sektor Pakuhaji dan Sepatan.

Mereka menuntut pemerintah untuk menghentikan proyek PIK2. Arm salah satu emak emak yang melakukan aksi demo di lokasi mengatakan, Tolak Negara di Dalam Negara.

“Pembangunan PIK 2 adalah pembangunan mendzolimi rakyat Banten, kami yang notabene nya rakyat Banten dan rakyat Indonesia,tidak mau bila negara kami dikuasai oleh negara Cina yang komunis,” katanya.

“Mereka melalui antek anteknya merampas tanah warga Banten, membeli tanah dengan harga murah lalu mereka jual dengan harga yang cukup tinggi dan pantastis dengan dalil Proyek PSN, sedangkan kami masyarakat Banten menderita laut di pagar, magrove di urug, para nelayan lokal tidak bisa lagi berlayar mencari ikan.” ucapnya dengan nada penuh kecewa.

Dirinya menegaskan, bumi Pertiwi dengan kekayaan beserta isinya Laut, Tanah, air dan udara,hasil bumi Pertiwi ini adalah untuk rakyat sesuai UUD 45 pasal 33.

Dalam aksi demo tersebut emak emak yang menamakan aliansi rakyat menggugat menuntut agar proyek PIK 2 yang berlindung dalam program proyek PSN di berhentikan dan dibatalkan karena diduga kuat mendzolimi rakyat banten. (Yan)