April 26, 2026

Warga Berselisih Dengan Petugas Pengukuran Ulang Gang Besan Deadlock

IMG_20231122_171730
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com TANGSEL, — Pengukuran ulang di Gang Besan Cicentang, Rawa Buntu Tangsel, kembali menemui jalan buntu alias Deadlock. Bukan penyelesaian yang didapat justru malah sempat terjadi kisruh antar pendamping Warga dari Perkomham (Perhimpunan Korban Mafia Hukum dan Ketidakadilan) dengan petugas pendamping.

Meski usaha ini sudah lebih beberapa kali dilakukan, namun sepertinya kata sepakat belum juga di dapat antara pengusaha pemilik lahan dengan warga setempat, yang biasa melalui jalan Gang Besan.

“Hari ini kita menemui deadlock atau buntu, kenapa ?, karena pengukuran yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan. Mestinya sebelum pengukuran dilakukan, si pemilik lahan sudah menunjukkan batas-batasnya. Nah hari ini, mereka seolah-olah dipaksa melakukan pengukuran berdasarkan keinginan si pemilik lahan,” ungkap Humas Perkomham Dian Samuel.

Dilnsir dari Sindonews.com Rabu (22/11), Warga beranggapan bahwa petugas tidak netral dalam hal ini dan hanya mengikuti kemauan pemilik lahan.

Pengukuran yang berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 10. WIB ini memang berlangsung memanas. Konflik antara pemilik lahan dengan warga ini berawal dari ditutupnya jalan Gang Besan oleh pemilik.

Sejumlah warga yang biasa melewati jalan tersebut kini terpaksa harus memutar sejauh lebih kurang 2 KM agar bisa ke jalan raya, karena pada Jumat 3 Februari 2023, pengusaha bernama David Puteranegoro mengutus anak buahnya untuk menutup akses jalan gang itu dengan tembok setinggi 2 meter lebih.

Bahkan pihak pengusaha tersebut kini menambah pula pemasangan kawat berduri tajam di atas betonnya sehinngga membuat penampilannya semakin tinggi.

Selaih petugas dari BPN, dan anggota pendamping warga dari Perhimpunan Korban Mafia Hukum dan Ketidakadilan (Perkomham), hadir pula Kepala Unit (Kanit) Harda Polres Tangsel Iptu W.

(Red)

Berita sudah terbit di Sindonews.com dengan judul: “Kisruh di Gang Besan Memanas, Pengukuran Ulang Ricuh”