April 19, 2024

Berawal dari Hobi Kini Jadi Andalan Keluarga Dengan Omset Jutaan Rupiah

Spread the love

MAHARDHIKAnews.com, TANGERANG SELATAN,- Berawal dari hobi, ayah dan anak itu kini mengandalkan usaha keluarganya justru karena hobi tersebut. Demikian dikisahkan Daud sebagai salah satu agen layangan no 2 di dunia yang berlokasi di Pondok Safari, Jl. Sedap Malam Pondok Aren Tangsel.

“Ayah saya dari dulu sangat jago main layangan. Hobi itu rupanya menurun pada saya. Tapi saya tak hanya bermain, saya juga menggeluti bisnis layangan ini” ujar Daud pada awak media online MAHARDHIKnews.com di kiosnya.

Tentu saja bisnisnya ini mendapatkan dukungan dari ayahnya dan keluarga.

Ia pun mulai memasok layangan dari daerah Tasikmalaya dan Bandung dengan berbagai ukuran. Tidak hanya itu, Daud juga menyediakan berbagai aneka benang sebagai pasangan untuk menaikan layangan.

Sebagai daya tarik, Daud dan keluarga melukis sendiri setiap gambar di layangan yang di jualnya.

“Kalo layangannya kita pasok dari luar kota, tapi hanya yang polos saja sedangkan gambarnya kita lukis sendiri” terang Daud.

Daud mengakui bahwa gambar yang ada di layangan memang merupakan daya tarik tersendiri bagi yang membelinya. Semakin baik gambar dan populer, pembeli semakin suka.

“Kita coba cari gambar yang kira-kira banyak disukai oleh pemain layangan lalu kita lukis. Gambar lukisan pun kita mengikuti trend saat ini, agar menarik pembeli” imbuhnya.

Untuk benang layangannya, Daud memang benar-benar memenuhi selera pembelinya. Karena tak hanya benang berharga murah yang ada tapi berbagai benang berharga mahal pun disediakannya.

“Kalo untuk benang kita siapkan berbagai merk dan harga, tergantung selera pembeli. Kita ada yang murah dan ada yang berharga hingga jutaan rupiah” katanya.

Di akhir perbincangan, Daud juga mengingatkan bahwa main layangan tak hanya sekedar permainan tapi juga merupakan olah raga.

“Dengan main layangan semua tubuh kita gerak dan konsentrasi juga dilatih. Insya Allah kita bisa terhindar dri penyakit stroke jika sering main layangan” tutup Daud. (Mustopa)