Jumat, 09 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
9 Hakim Konstitusi Dilaporkan Ke MKMK, Eksaminator Hukum Tata Negara : Independensi Kekuasaan Kehakiman di Uji Dukung Proyek Strategis Nasional, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Serahkan 18 Sertipikat BMN Jalan Tol Senilai Rp729 Miliar Cegah Pelajar Ikut Aksi Massa, Polres Metro Tangerang Kota Perkuat Program Bapak Asuh Sambangi PWI, Responsif Tidak Reaktif jadi Mekanisme Konfirmasi Media di Tirta Benteng Usai Putusan MK Soal Syarat Pendidikan Wapres, Ketum FBB: Percayakan Kepemimpinan Prabowo-Gibran Hingga 2029 Resmi Kantongi Nomor Urut 02, Hadi Rohhadi ST Siap Bertarung di Pilkades PAW Tanjungsari Cikarang Utara Layanan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari, Kantah Kota Tangerang Perkuat Kolaborasi dengan Bapenda dan PPAT Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Proyek Tanggul CV Nurhaya Sukses Makmur, Komitmen Transparansi Kabid SDA PUPR Kota Tangerang Dipertanyakan
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Politik › Mahardhika Premium

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Bersama Gubernur Lemhannas Tinjau Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Mikroba

BAGIKAN ARTIKELPj Gubernur Banten Al Muktabar Bersama Gubernur Lemhannas Tinjau Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Mikrobahttps://www.mahardhikanews.com/2023/03/11/pj-gubernur-banten-al-muktabar-bersama-gubernur-lemhannas-tinjau-pusat-penelitian-dan-pengembangan-bioteknologi-mikroba/
Pj Gubernur Banten Al Muktabar Bersama Gubernur Lemhannas Tinjau Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Mikroba

MAHARDHIKAnewe.com Serang – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar bersama dengan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia Andi Widjajanto dan Wakapolda Banten Brigjen Sabilul Alif mengunjungi Pusat Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google yang ada di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (10/3/2023).

MAHARDHIKAnewe.com Serang – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar bersama dengan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia Andi Widjajanto dan Wakapolda Banten Brigjen Sabilul Alif mengunjungi Pusat Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google yang ada di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (10/3/2023).

Dalam kesempatan itu, Al Muktabar bersama Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto berserta rombongan meninjau langsung dan turut memanen padi tersebut.

Tidak hanya itu, Al Muktabar juga mencicipi langsung hasil padi yang di kembangkan oleh Pusat Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google.

“Tadi banyak hal yang kita diskusikan terkait sektor pertanian, kita mendukung dan terus mendorong inovasi-inovasi yang dilakukan pada sektor pertanian,” ungkap Al Muktabar di sela-sela kunjungannya.

Selain padi, Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google mengembangkan bioteknologi bidang kedelai.

Al Muktabar juga mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Banten juga tengah berkonsentrasi pada sektor pertanian sebagai upaya menjaga dan mewujudkan ketahanan pangan kedepannya.

Sementara, Peneliti Pusat Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google Prof Ali Zum Mashar mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa pengembangan, di antaranya untuk tanaman padi dipercepat waktunya hingga panen, sehingga dapat dilakukan empat kali panen dalam setahun.

“Kalau Indonesia bisa menerapkan terobosan seperti ini, maka tidak dalam waktu lama sebelum 2030 Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia. Karena dengan memanfaatkan lahan yang ada sekitar 8 juta hektar saja kita sudah dapat surplus,” ugkapnya.

Selain itu, ia menuturkan pihaknya telah memiliki teknologi dibidang kedelai, dimana dari pengembangan dengan bioteknologi yang dilakukannya dapat meningkatkan jumlah hasil panen. Bahkan tinggi pohon kedelai dapat mencapai 3 meter.

“Yang ditanam itu hasilnya bisa 6,4 ton per-hektar. Sedangkan rata-rata di Indonesia kedelai masih 1,3-1,5 (ton, red), ini kalau diterapkan dengan serius dan teknologi serta SOP ini maka Indonesia bisa mengurangi dan menutup impor, karena Indonesia bisa produksi sendiri,” tandasnya. (Ivan)