Jama’ah Wanita Membludak dalam Peringatan 100 Hari Meninggalnya Hj. Rogayah binti Ali Baraq Ta’laf
MAHARDHIKAnews.com TANAH ABANG, — Salah satu tradisi sebagian besar dari umat Islam di Indonesia adalah memperingati hari kematian kerabat atau guru yang sudah meninggal dunia. Tradisi ini rupanya dilakukan juga oleh ahli kubur dari keluarga (Almh) Hj. Rogayah binti Ali Baraq Ta’laf di Tanah Abang Jakarta Pusat.
Ibunda dari salah satu tokoh masyarakat di Tanah Abang, H. Heri MS atau bang H. Heri tersebut memang memasuki 100 hari masa meninggalnya, karena itu pihak keluarga pun memperingatinya.
Dalam peringatan yang berisikan pembacaan surat Yasin dan Tahlil, dengan dilanjutkan pembacaan maulid Nabi SAW dan tausiah agama yang dilaksanakan oleh majelis taklim wanita ini, ternyata dipenuhi oleh ratusan jama’ah.
Salah jama’ah wanita yang merupakan sahabat dan mengenal dekat dengan (Almh) Hj. Rogayah nampak tak henti meneteskan air mata di sela acara.
Saat ditanya kenapa kondisi ini terus terjadi, wanita yang mengaku bernama Asti ini menerangkan bahwa dia merasa sangat kehilangan dengan kepergian sosok wanita tua ini.

“Beliau itu orangnya baik banget tau sama saya,” ucap Asti.
“Dia itu orangnya perhatian dan tak pernah membedakan usia dan status sosial dalam bergaul. Bagi saya dia sudah seperti orang tua saya sendiri,” imbuhnya.
Kesan yang dimiliki Asti sepertinya hampir sama dengan para jama’ah lain, yang mengenal sosok (Almh) Hj. Rogayah. Mereka merasa kehilangan yang amat sangat dengan wanita tua yang selalu tampil bersahaja ini.
“Mak haji gayah itu orangnya baik, ramah dan peduli dengan tetangga. Saya sering dibantunya jika sedang kesulitan tanpa harus diminta,” terang wanita paruh baya, terhadap sosok Almarhumah.
“Anak-anaknya juga baik hati semua. Mereka semua merupakan panutan bagi kami dilingkungan ini,” tambahnya.
Kediaman (Almh) Hj Rogayah yang berlokasi di Jl. Jatibunder 2, Kebon Melati Tanah Abang ini, memang nampak penuh sesak. Meski berada di gang sempit namun hal itu tak menyurutkan jama’ah untuk mengikuti acara ini.
“Ibu maunya diperingati disini,” kata H. Heri singkat, saat ditanya kenapa lokasi acara dilaksanakan di rumah tuanya.
Permintaan itu diterimanya melalui mimpi yang dialami oleh dirinya dan adik bungsunya Yayuk. Karena isyarat itulah maka acara diperingati di rumah besar peninggalan orang tuanya ini, meski ruko Tasik dan rumah H. Heru tersedia.
Dia juga menambahkan bahwa usia acara ini, pada nanti malam untuk jama’ah prianya.
“Untuk yang pria nanti malam bersamaan dengan pengajian rutin majelis Ukhuwah Islamiyah,” tutup H. Heri yang memang memiliki majelis taklim tersebut di ruko Tasik pada tiap malam Jum’at bersama Habib Mustofa.
Usai rangkaian pembacaan doa dan tausiyah, jama’ah pun mendapatkan bingkisan sembako sebagai sedekah dari pihak keluarga, yang pahalanya diberikan pada ahli kuburnya, (Almh) Hj. Rogayah.
(Ivan)






