April 17, 2026

Ustad Abdul Khayyi Hadiri Tahlilan Untuk Mengenang Almarhumah Nenek Hj. Ramen Di Tanjungmekar

IMG-20250922-WA0100
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG,– Tanjungmekar, Senin (22/9) – Usai Sholat Isya berjamaah di Masjid Besar Al-Awwabiin, Dusun Kalijaya RT.01 RW.02, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, berlangsung acara Yasinan/Tahlilan Malam Ke-3 untuk mengenang almarhumah Nenek Hj. Ramen, istri dari almarhum Engkong H. Sahilih (Wakif) Masjid Besar Al-Awwabiin. Beliau berpulang pada hari Sabtu, 20 September 2025, pukul 12.15 wib.

Pada kesempatan tersebut, pembacaan Yasin dan Tahlil dipimpin oleh Ustad Dadang S Manaf, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Al-Awwabiin sekaligus P3N Desa Tanjungmekar. Acara ini dihadiri oleh para jamaah masjid dan mushola, keluarga besar almarhumah, Pj Kades Tanjungmekar dan Staf, Staf Kecamatan Pakisjaya, Ketua KDMP, dan masyarakat sekitar.

Ustad Dadang mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mengenang dan mendoakan almarhumah. “Tahlil adalah hal yang baik, mengandung bacaan-bacaan doa yang penuh makna. Ini adalah waktu untuk bersama-sama memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi almarhumah nenek Hj. Ramen Binti Kaman,” ujar ustad Dadang.

Selain itu, ustad Abdul Khayyi, S.Pd, M.Pd., Wakil Ketua DKM Masjid Besar Al-Awwabiin, turut memberikan tausiyah.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pemahaman tentang pentingnya menghadapi kematian dengan penuh kesadaran dan keimanan. “Bagi saya pribadi, tahlil adalah sebuah bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

Dalam kematian, kita harus melihatnya sebagai peringatan dan nasihat bagi kita yang masih hidup. Semoga peristiwa ini dapat memperkuat iman kita, karena kita yakin akan adanya siksa kubur. Ketika seseorang telah meninggal, kenikmatan dari Allah SWT sudah terputus,” kata ustad Abdul Khayyi.

Acara Yasinan/Tahlilan Malam Ke-3 ini menjadi momen berkumpulnya masyarakat setempat untuk mengenang dan mendoakan almarhumah. Semangat kebersamaan dan keimanan pun terasa kuat dalam doa-doa yang dipanjatkan.

“Sambil mengambil hikmah dari kehidupan almarhumah sebagai pelajaran berharga bagi yang masih hidup. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan doa-doa yang dilantunkan serta memberikan tempat yang layak bagi almarhumah nenek Hj. Ramen Binti Kaman di sisi Allah SWT,” pungkasnya.

Mewakili seluruh keluarga besar Almarhumah, M Sugandi, SE., selaku ketua pembangunan Masjid Besar Al-Awwabiin sekaligus juga cucu dari almarhumah, mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan saat fardu kifayah hingga hari ini.

Ia juga memohon doa masyarakat luas kepada almarhumah neneknya, serta meminta maaf bila semasa hidup, Hj. Ramen pernah berbuat salah. “Semoga apa yang dibuat almarhumah menjadi bekal amalnya,” katanya.

Acara ditutup dengan doa yang dibacakan oleh, Ustad Mufroddin dan diakhiri ramah tamah seluruh jamaah yang hadir . (D-Hunter)