Soft Opening RSUD Rengasdengklok, Bupati: Kado Spesial HUT Karawang Ke-392, Siap Layani Warga Utara Januari 2026
MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG,– Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE., secara resmi mengumumkan pembukaan awal (soft opening) RSUD Rengasdengklok. Peresmian ini menjadi momen penting bagi peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah utara Kabupaten Karawang. Kehadiran RSUD Rengasdengklok ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan medis masyarakat secara lebih dekat dan efisien.
Kegiatan soft opening RSUD Rengasdengklok dilaksanakan bertepatan dengan HUT Ke-392 Karawang, yakni pada 14 September 2025. Bupati Aep Syaepuloh menyebutkan, RSUD Rengasdengklok ini merupakan kado spesial bagi seluruh warga Karawang umumnya, dan warga Utara Karawang khususnya.
Operasional penuh fasilitas kesehatan modern ini direncanakan akan dimulai pada awal tahun, tepatnya Januari 2026 mendatang,” ucap Aep.
Berlokasi strategis di Jalan Raya Tugu Proklamasi, RSUD Rengasdengklok dibangun di atas lahan seluas 2,3 hektar dengan bangunan enam lantai. Pembangunan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan akses kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.
Ini khususnya bagi penduduk di Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya, Cibuaya, dan Pedes. Hal ini diharapkan dapat mengurangi disparitas pelayanan kesehatan antara wilayah kota dan pedesaan,” ujar Aep.
Aep menyebutkan RSUD Rengasdengklok akan fokus di pelayanan kesehatan, kelengkapan yang dimiliki diantaranya yakni ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), lima ruang operasi, sepuluh ruang ICU, dan memiliki 133 bed. Pengguna BPJS pun bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik.
“Walaupun ini rumah sakit tipe c, tapi fasilitasnya sangat baik, tentu kehadirannya bisa mendekatkan layanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara ditempat yang sama, Direktur RSUD Rengasdengklok, dr. Irwan Hermawan menyebutkan untuk pengoperasian dan dan dibuka untuk masyarakat pada awal Januari 2026.
Saat ini pasca soft opening ini pihaknya masih melakukan proses izin praktek, tenaga kesehatan maupun mempersiapkan prosedur pelayanan hingga memastikan sarana dan prasarana.
“Kami juga bakal lakukan simulasi supaya bagaimana nanti bisa dapat berjalan baik. Supaya menjaga standar pelayanan bagi pasien. Diantaranya termasuk hasil rekrutmen ketenagakerjaan baru sebatas penyesuaian,” jelas dr. Irwan.
(D-Hunter)






