Sabtu, 26 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Ketua PWI Banten Tinjau PWI Unit Lebak Selatan, Perkuat Konsolidasi dan Profesionalisme Wartawan Sering Dilakukan Setiap Hari, 5 Kebiasaan Ini Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar Bertemu Kepala KSP Dudung, MASDA Jabar Serukan Reformasi Budaya Nasional Antusias !, SMPN 2 Sukatani Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Hadirkan Ust. Dani Aksi Indosiar Komisi III Kawal Penguatan Fiskal dalam KUA-PPAS 2027 BNN dan Aparat Gabungan Sidak Lapas Pemuda Tangerang, Ini Temuannya Resmob Polres Metro Tangerang Kota Bongkar Jaringan Curanmor, Tiga Pelaku dan Tiga Motor Diamankan Keluarga Korban Pembunuhan di Neglasari Tunjuk Yayasan Nagari Sadar Hukum Sebagai Kuasa Hukum
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Nasional › Mahardhika Premium

Menter Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Ajak Masyarakat Lindungi Ekosistem Perikanan

BAGIKAN ARTIKELMenter Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Ajak Masyarakat Lindungi Ekosistem Perikananhttps://www.mahardhikanews.com/2023/11/21/menter-kelautan-dan-perikanan-sakti-wahyu-trenggono-ajak-masyarakat-lindungi-ekosistem-perikanan/
Menter Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Ajak Masyarakat Lindungi Ekosistem Perikanan

KKP sendiri diakuinya memiliki strategi untuk menjaga ekosistem sumber daya kelautan dan perikanan tetap sehat yang dikemas dalam lima program prioritas ekonomi biru. Kelimanya mencakup perluasan kawasan konservasi, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pembangunan perikanan budidaya berkelanjutan, pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh kegiatan di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta menggelar gerakan nasional pembersihan sampah di laut.

KKP sendiri diakuinya memiliki strategi untuk menjaga ekosistem sumber daya kelautan dan perikanan tetap sehat yang dikemas dalam lima program prioritas ekonomi biru. Kelimanya mencakup perluasan kawasan konservasi, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pembangunan perikanan budidaya berkelanjutan, pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh kegiatan di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta menggelar gerakan nasional pembersihan sampah di laut.

“Program ekonomi biru tidak hanya melihat potensi kelautan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut,” aku Trenggono.

Menteri Trenggono menambahkan, menjaga kelestarian ekosistem perikanan berarti menjaga keberlanjutan populasi ikan sebagai sumber pangan, sekaligus menjadi langkah awal menghadirkan produk perikanan berkualitas dan berkelanjutan ke tengah masyarakat.

Melalui momentum peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-10 Tahun 2023, Menteri Trenggono mengingatkan pula momentum sejarah Indonesia yang akan berusia satu abad dengan bonus demografi 70 persen usia produktif. Hal ini harus dipersiapkan dengan baik untuk membentuk generasi emas, generasi Indonesia yang unggul dengan karakter yang luhur, serta kompetensi dan produktivitas yang tinggi.

“Ke depan kita menghadapi bonus demografi, dan menjadi tantangan juga bagaimana menghadirkan generasi masa depan yang kuat dan cerdas dalam mengisi tantangan tersebut,” ujarnya.

Menteri Trenggono pun menyampaikan bahwa ikan dengan segala manfaatnya merupakan sumber pangan yang akan menjadi andalan kita ke depan, mengingat >70% wilayah Indonesia adalah air. Terlebih untuk mendukung kebijakan hilirisasi, pengurangan angka stunting, serta implementasi ekonomi biru melalui pengolahan hasil perikanan zero waste, maka penerapan teknologi Hidrolisat Protein Ikan menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan fortifikasi protein dalam bahan baku makanan, seperti untuk produk biskuit, susu, roti, mie, dan lain-lain. Hal ini menjadi cara yang efektif untuk memberikan zat gizi kepada masyarakat tanpa mengubah pola makan secara drastis.

Dalam puncak peringatan Harkannas ke-10, Menteri Trenggono turut mengajak masyarakat rutin mengonsumsi ikan karena baik untuk daya tahan tubuh dan kecerdasan anak. Ikan mudah diolah menjadi aneka menu lokal bahkan internasional sesuai selera.

Sebagai informasi, puncak perayaan Hari Ikan Nasional ke-10 dengan tema ‘Ikan untuk Generasi Emas’ di Lapangan Banteng, diisi berbagai kegiatan yang mengkampanyekan ajakan makan ikan ke tengah masyarakat. Seperti bazar ikan murah dan sehat, kuliner ikan dengan peserta dari 29 provinsi, penanaman gemar makan ikan kepada ratusan anak sekolah dasar, makan ikan gratis, hingga lomba masak serba ikan. Sekaligus dilakukan pencanangan Tahun Tuna Indonesia 2024, karena Indonesia adalah produsen tuna terbesar di dunia. Dari pencanangan tersebut, melalui branding seafood Indonesia yang safe, eco-friendly, dan sustainable diharapkan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholders dapat semakin memperkuat akses pasar dan manfaatnya, baik bagi masyarakat Indonesia khususnya maupun masyarakat global pada umumnya. (Ivank)