Jumat, 25 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Sering Dilakukan Setiap Hari, 5 Kebiasaan Ini Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar Bertemu Kepala KSP Dudung, MASDA Jabar Serukan Reformasi Budaya Nasional Antusias !, SMPN 2 Sukatani Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Hadirkan Ust. Dani Aksi Indosiar Komisi III Kawal Penguatan Fiskal dalam KUA-PPAS 2027 BNN dan Aparat Gabungan Sidak Lapas Pemuda Tangerang, Ini Temuannya Resmob Polres Metro Tangerang Kota Bongkar Jaringan Curanmor, Tiga Pelaku dan Tiga Motor Diamankan Keluarga Korban Pembunuhan di Neglasari Tunjuk Yayasan Nagari Sadar Hukum Sebagai Kuasa Hukum KPK akhirnya respons Mahfud MD soal Nusron Wahid
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Kebudayaan › Mahardhika Premium

Bertemu Kepala KSP Dudung, MASDA Jabar Serukan Reformasi Budaya Nasional

BAGIKAN ARTIKELBertemu Kepala KSP Dudung, MASDA Jabar Serukan Reformasi Budaya Nasionalhttps://www.mahardhikanews.com/2026/09/25/bertemu-kepala-ksp-dudung-masda-jabar-serukan-reformasi-budaya-nasional/
Bertemu Kepala KSP Dudung, MASDA Jabar Serukan Reformasi Budaya Nasional

Jakarta, MahardhikaNews.com – Penguatan nilai budaya di tengah derasnya arus digitalisasi dan keterbukaan informasi menjadi perhatian dalam pertemuan antara jajaran Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Jakarta, MahardhikaNews.com – Penguatan nilai budaya di tengah derasnya arus digitalisasi dan keterbukaan informasi menjadi perhatian dalam pertemuan antara jajaran Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan silaturahmi Tim MASDA Jabar yang dipimpin Ketua Umum MASDA Jabar Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. Dalam agenda itu, Anton menyampaikan pentingnya perhatian yang lebih serius terhadap pelestarian, penguatan, serta pemajuan kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan bangsa.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada TANSNEWS.com, pertemuan berlangsung di ruang kerja Kepala KSP di Gedung Bina Graha. Anton Charliyan menyebut penerimaan langsung oleh Kepala KSP sebagai bentuk penghormatan sekaligus ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi masyarakat adat Sunda.

“Dengan diterimanya Tim Majelis Adat Sunda oleh Kepala Staf Kepresidenan secara langsung merupakan suatu kehormatan luar biasa. Kami atas nama seluruh baraya masyarakat Sunda menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran KSP,” ujar Anton.

Anton Dorong Reformasi Budaya
Dalam pertemuan tersebut, Anton Charliyan menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya bertumpu pada aspek ekonomi, politik, teknologi, maupun pertahanan. Menurut dia, pembangunan juga perlu ditopang oleh penguatan karakter dan kebudayaan.

“Justru dalam kesempatan silaturahmi ini Majelis Adat Sunda ingin menyampaikan pesan dan imbauan agar pemerintah lebih peduli dan lebih memprioritaskan pelestarian dan penguatan nilai budaya,” kata Anton.

Ia berpandangan, kebudayaan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus menjaga identitas bangsa di tengah perubahan global.

Anton juga mengusulkan agar penguatan kebudayaan tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui kebijakan yang terencana dan berkesinambungan.

“Bila perlu, adakan reformasi kebudayaan secara sistematis,” ujarnya.

Gagasan tersebut, menurut Anton, berangkat dari pandangan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh modernisasi teknologi dan pembangunan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat.

Ia kemudian mencontohkan sejumlah negara yang menurutnya tetap mempertahankan akar budaya masing-masing di tengah perkembangan modernisasi.

Anton menyebut Tiongkok dengan tradisi leluhurnya, Jepang dengan nilai Bushido, Korea dengan etos kerja, serta sejumlah negara Eropa yang tetap mempertahankan warisan sejarah dan kebudayaan di tengah perkembangan industri dan teknologi.

“Dengan demikian agar bangsa Indonesia pun bisa lebih maju dan modern, harus melaksanakan penguatan dan pemajuan kebudayaan dengan sesegera mungkin,” tutur Anton.

Dudung: Nasionalisme, Patriotisme dan Budi Pekerti Perlu Diperkuat
Sementara itu, Kepala KSP Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyambut baik kunjungan Tim MASDA Jabar.

Dalam pertemuan tersebut, Dudung menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital dan keterbukaan informasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan penguatan nilai budaya dan karakter.

“Di era digitalisasi dan transparansi ini perlu penguatan nilai-nilai budaya, khususnya nasionalisme, patriotisme dan budi pekerti,” demikian pesan Dudung sebagaimana disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Dudung juga menyoroti pentingnya menjaga akar budaya di tengah perubahan global. Menurutnya, sebuah negara yang mengalami perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi tetap membutuhkan fondasi nilai yang kuat agar perkembangan tersebut tidak mengikis identitas dan karakter masyarakat.

Perhatian tersebut dinilai semakin penting bagi generasi muda, termasuk generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan digital dengan arus informasi yang sangat cepat.

Dalam konteks itu, nilai patriotisme, heroisme, semangat kepahlawanan, keberanian, ketangguhan, sikap pantang menyerah, serta budi pekerti dinilai perlu terus diperkuat.

Pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut pada intinya menempatkan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi sebagai salah satu instrumen pembentukan karakter bangsa di masa depan.

MASDA Jabar Dorong Budaya Menjadi Bagian Strategis Pembangunan
Pertemuan antara MASDA Jabar dan KSP juga memperlihatkan adanya ruang dialog antara organisasi masyarakat adat dengan pemerintah mengenai posisi kebudayaan dalam pembangunan nasional.

Bagi MASDA Jabar, penguatan budaya Sunda tidak hanya berkaitan dengan pelestarian tradisi, bahasa, seni, atau adat istiadat, tetapi juga menyangkut nilai-nilai sosial yang dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat.

Anton Charliyan sebelumnya juga dikenal aktif mendorong penguatan kampung adat dan jati diri budaya Sunda. Sejumlah pemberitaan pada 2026 mencatat agenda MASDA Jabar yang menempatkan penguatan budaya dan kampung adat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Sunda.

Pertemuan dengan KSP kali ini kemudian memperluas isu tersebut ke tingkat nasional, khususnya mengenai pentingnya kebijakan kebudayaan yang lebih terarah di tengah perubahan sosial akibat digitalisasi.

Bagi masyarakat Sunda, pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus menjaga nilai-nilai luhur budaya lokal tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Dari Budaya Menuju Ketahanan Karakter Bangsa
Perdebatan mengenai masa depan kebudayaan semakin relevan ketika masyarakat menghadapi perubahan yang berlangsung cepat akibat teknologi digital, media sosial, dan keterbukaan informasi.

Modernisasi memberikan banyak peluang, tetapi pada saat yang sama menuntut kemampuan masyarakat untuk menjaga identitas, etika, serta karakter sosial.

Karena itu, gagasan reformasi budaya secara sistematis yang disampaikan Anton Charliyan dalam pertemuan tersebut menjadi salah satu pokok pembicaraan penting.

Substansinya bukan sekadar mempertahankan masa lalu, melainkan bagaimana nilai-nilai budaya yang dianggap positif dapat ditransformasikan menjadi karakter masyarakat modern.

Dalam kerangka tersebut, budaya dapat ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan manusia sekaligus modal sosial untuk membangun masyarakat yang tangguh, berkarakter, santun, dan memiliki rasa kebangsaan.

Pertemuan di Gedung Bina Graha itu pun menjadi ruang silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi MASDA Jabar kepada pemerintah pusat mengenai pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai salah satu perhatian strategis dalam pembangunan nasional.

Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi TANSNEWS.com