Jumat, 25 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Sering Dilakukan Setiap Hari, 5 Kebiasaan Ini Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar Bertemu Kepala KSP Dudung, MASDA Jabar Serukan Reformasi Budaya Nasional Antusias !, SMPN 2 Sukatani Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Hadirkan Ust. Dani Aksi Indosiar Komisi III Kawal Penguatan Fiskal dalam KUA-PPAS 2027 BNN dan Aparat Gabungan Sidak Lapas Pemuda Tangerang, Ini Temuannya Resmob Polres Metro Tangerang Kota Bongkar Jaringan Curanmor, Tiga Pelaku dan Tiga Motor Diamankan Keluarga Korban Pembunuhan di Neglasari Tunjuk Yayasan Nagari Sadar Hukum Sebagai Kuasa Hukum KPK akhirnya respons Mahfud MD soal Nusron Wahid
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Kesehatan › Mahardhika Premium

Sering Dilakukan Setiap Hari, 5 Kebiasaan Ini Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar

BAGIKAN ARTIKELSering Dilakukan Setiap Hari, 5 Kebiasaan Ini Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besarhttps://www.mahardhikanews.com/2026/09/25/sering-dilakukan-setiap-hari-5-kebiasaan-ini-berkaitan-dengan-risiko-kanker-usus-besar/
Sering Dilakukan Setiap Hari, 5 Kebiasaan Ini Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar

Jakarta, TansNews.com – Kanker usus besar atau kanker kolorektal tidak selalu datang dengan tanda yang langsung terlihat. Sejumlah kebiasaan yang dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari justru dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tersebut.

Jakarta, TansNews.com – Kanker usus besar atau kanker kolorektal tidak selalu datang dengan tanda yang langsung terlihat. Sejumlah kebiasaan yang dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari justru dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tersebut.

Kanker usus besar merupakan keganasan yang menyerang kolon atau bagian akhir saluran pencernaan. Menurut Kementerian Kesehatan RI, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain pola makan tidak sehat, konsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta riwayat keluarga.

Karena itu, persoalan kanker usus besar tidak semata-mata berkaitan dengan faktor usia atau keturunan. Pola hidup sehari-hari juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

1. Terlalu sering mengonsumsi daging merah dan daging olahan
Konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi serta daging olahan seperti sosis, daging asap, dan produk daging yang diawetkan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal dalam sejumlah penelitian.

Mayo Clinic menyebut pola makan yang tinggi daging merah, khususnya daging yang dimasak hingga hangus, serta daging olahan berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.

Bukan berarti masyarakat harus sepenuhnya menghilangkan daging dari menu. Persoalannya adalah frekuensi, jumlah, serta keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

Sebaliknya, konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh dan sumber serat lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih mendukung kesehatan saluran pencernaan.

2. Terlalu banyak duduk dan minim aktivitas fisik
Gaya hidup sedentari sering kali tidak dianggap sebagai masalah serius. Duduk berjam-jam karena bekerja di depan komputer, berkendara, atau menghabiskan waktu dengan perangkat digital dapat membuat seseorang jauh lebih sedikit bergerak.

Padahal, kurang aktivitas fisik termasuk faktor yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga berat badan dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, olahraga teratur, maupun mengurangi waktu duduk dalam sehari dapat menjadi bagian dari perubahan gaya hidup.

3. Berat badan berlebih jangan dianggap sekadar persoalan penampilan
Kelebihan berat badan dan obesitas bukan hanya persoalan estetika. Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal.

Mayo Clinic mencatat bahwa obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Karena itu, menjaga berat badan dalam rentang yang sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi faktor risiko yang dapat dikendalikan.

4. Kebiasaan merokok
Rokok selama ini lebih sering dikaitkan dengan kanker paru-paru. Namun, dampak merokok tidak terbatas pada sistem pernapasan.

Merokok juga termasuk faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Karena itu, berhenti merokok bukan hanya berkaitan dengan menjaga paru-paru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menurunkan berbagai risiko penyakit kronis dan kanker.

5. Konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol juga perlu diperhatikan. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi alkohol dan meningkatnya risiko kanker kolorektal.

Mayo Clinic memasukkan konsumsi alkohol sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar dan menyarankan pembatasan konsumsi alkohol.

Dengan demikian, kebiasaan yang selama ini dianggap sebagai bagian normal dari gaya hidup tetap perlu dilihat dalam konteks kesehatan jangka panjang.

Jangan hanya menunggu gejala muncul
Yang tidak kalah penting adalah mengenali perubahan pada tubuh.

Perubahan pola buang air besar yang menetap, darah pada tinja, nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut, serta penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan merupakan sejumlah tanda yang perlu diperhatikan. Gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami kanker, tetapi pemeriksaan medis diperlukan apabila keluhan menetap atau mengkhawatirkan.

Faktor risiko juga tidak hanya berasal dari gaya hidup. Riwayat keluarga dengan kanker kolorektal, pernah memiliki polip usus, penyakit radang usus, serta faktor genetik tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang.

Karena itu, orang dengan risiko lebih tinggi dapat memerlukan pemeriksaan lebih awal atau lebih sering sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Pencegahan dimulai dari kebiasaan sehari-hari
Tidak semua kasus kanker usus besar dapat dicegah karena sebagian faktor berada di luar kendali seseorang. Namun, sejumlah faktor gaya hidup dapat diubah.

Menjaga berat badan, meningkatkan aktivitas fisik, memperbanyak makanan kaya serat seperti buah, sayuran dan biji-bijian utuh, membatasi daging merah serta daging olahan, tidak merokok, dan membatasi alkohol merupakan langkah yang dapat membantu menurunkan sejumlah faktor risiko.

Pesannya sederhana: jangan menunggu tubuh memberikan alarm keras untuk mulai memperhatikan kesehatan usus.

Pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah yang tepat, terutama bagi seseorang yang memiliki faktor risiko atau mengalami perubahan kesehatan yang menetap.

Jurnalist : Tantan Su
Editor : Redaksi
TansNews.com