Kamis, 17 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Rp1,7 Triliun Disiapkan untuk Latih 270 Ribu Tenaga Kerja, Pemerintah Kejar SDM Siap Hadapi Industri Hijau BGN Beri Perhatian Khusus NTT, Dapur MBG Akan Diperluas untuk Atasi Tantangan Stunting Kebakaran Hebat Landa Pergudangan Kosambi Permai, 20 Gudang Terbakar Kemarau Panjang Tekan Pasokan Air, PERUMDAM TKR Distribusikan Ratusan Ribu Liter ke Wilayah Tangerang Cekcok Utang Berujung Maut, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Neglasari Polemik SHGB Situ Rompong Memanas, BAM DPR RI Soroti Dugaan Cacat Proses Penerbitan Sertifikat Delapan ABK TB MT20 1301 Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Bawean, Tim SAR Lakukan Penjemputan Bukan Sekadar Logo, Sengketa BPPKB Banten Menyentuh Persoalan Identitas dan Legalitas
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Ekonomi › Mahardhika Premium

Rp1,7 Triliun Disiapkan untuk Latih 270 Ribu Tenaga Kerja, Pemerintah Kejar SDM Siap Hadapi Industri Hijau

BAGIKAN ARTIKELRp1,7 Triliun Disiapkan untuk Latih 270 Ribu Tenaga Kerja, Pemerintah Kejar SDM Siap Hadapi Industri Hijauhttps://www.mahardhikanews.com/2026/09/16/rp17-triliun-disiapkan-untuk-latih-270-ribu-tenaga-kerja-pemerintah-kejar-sdm-siap-hadapi-industri-hijau/
Rp1,7 Triliun Disiapkan untuk Latih 270 Ribu Tenaga Kerja, Pemerintah Kejar SDM Siap Hadapi Industri Hijau

MahardhikaNews.com, BEKASI — Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk meningkatkan kompetensi 270.000 tenaga kerja sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan kebutuhan industri dan percepatan transisi menuju ekonomi serta industri hijau.

MahardhikaNews.com, BEKASI — Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk meningkatkan kompetensi 270.000 tenaga kerja sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan kebutuhan industri dan percepatan transisi menuju ekonomi serta industri hijau.

Program pelatihan tersebut diarahkan untuk memastikan tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal ketika dunia industri mulai bergerak menuju proses produksi yang lebih rendah emisi, efisien energi, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, dukungan anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat keterampilan tenaga kerja sesuai perkembangan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Alhamdulillah dari Pak Presiden, kita mendapatkan dana untuk pelatihan 270.000 orang. Total anggarannya Rp1,7 triliun, ini harus kita optimalkan,” kata Yassierli saat menghadiri peringatan Hari Ozon Dunia di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (16/9/2026).

Transisi Industri Hijau Jadi Tantangan Sekaligus Peluang
Yassierli menilai perubahan menuju industri yang lebih ramah lingkungan tidak semata-mata menghadirkan tantangan bagi pekerja. Pergeseran tersebut juga berpotensi membuka ruang bagi munculnya jenis pekerjaan baru.

Perubahan teknologi dan proses produksi membuat dunia kerja membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang lebih adaptif. Bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai efisiensi energi, pengurangan emisi, serta dampak aktivitas industri terhadap lingkungan.

“Transisi menuju kepada industri yang lebih green ini di satu sisi adalah tantangan, tetapi di sisi yang lain adalah peluang untuk penciptaan lapangan kerja yang baru,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat program peningkatan keterampilan menjadi semakin penting. Kemnaker mendorong balai-balai pelatihan vokasi untuk memperbarui skema kompetensi agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Penguatan tidak hanya dilakukan terhadap materi pelatihan, tetapi juga kapasitas instruktur sehingga proses pembelajaran dapat mengikuti perubahan standar dan teknologi di dunia kerja.

Teknisi Pendingin Jadi Salah Satu Fokus
Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah refrigeration and air conditioning (RAC) atau bidang refrigerasi dan pendingin udara.

Teknisi serta operator RAC akan diarahkan memiliki kompetensi yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga penggunaan teknologi dan praktik kerja yang mendukung perlindungan lingkungan.

Kolaborasi lintas kementerian dilakukan untuk memperkuat pelatihan tersebut. Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan fasilitas dan tempat pelatihan, sementara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk membentuk tenaga kerja yang memahami pentingnya pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan.

“Kalau ini berhasil, insyaallah dapat menghasilkan tenaga kerja hijau atau tenaga kerja yang diingatkan untuk mengurangi emisi, kerusakan lingkungan,” kata Jumhur.

Penguatan kapasitas SDM di bidang RAC juga menjadi bagian dari agenda perlindungan lapisan ozon dan penerapan sistem pendinginan berkelanjutan. KLH/BPLH dalam peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kolaborasi untuk mendukung sistem pendinginan yang lebih berkelanjutan.

Green Jobs Diproyeksikan Capai 3,88 Juta pada 2026
Langkah pemerintah tersebut berlangsung ketika pasar kerja Indonesia memasuki fase perubahan akibat perkembangan ekonomi hijau, energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, hingga modernisasi industri.

Dalam Outlook Ketenagakerjaan 2026, Kemnaker memproyeksikan potensi pekerjaan hijau atau green jobs di Indonesia dapat mencapai 3,88 juta orang pada 2026.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa perubahan struktur ekonomi berpotensi menciptakan kebutuhan terhadap jenis keterampilan baru. Namun, peluang tersebut membutuhkan kesiapan tenaga kerja agar kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh sumber daya manusia dengan kompetensi yang relevan.

Kemnaker sebelumnya juga menekankan pentingnya reskilling dan peningkatan keterampilan agar tenaga kerja mampu mengikuti pergeseran menuju ekonomi hijau.

Karena itu, pelatihan 270.000 tenaga kerja dengan dukungan anggaran Rp1,7 triliun menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mempersempit kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Tantangannya bukan hanya mencetak tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi memastikan keterampilan yang diberikan benar-benar terkoneksi dengan kebutuhan pasar kerja.

Jika transisi industri hijau terus berlangsung, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kemampuan teknis sekaligus pemahaman lingkungan diperkirakan akan semakin meningkat.

Dengan demikian, agenda pelatihan vokasi tidak lagi sebatas meningkatkan kemampuan bekerja, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menyiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan struktur industri dan ekonomi yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.

Jurnalist : Tantan Su
Editor : Redaksi