Senin, 21 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Gol Tunggal Isak Bawa Liverpool Menang Tipis di Markas Bournemouth Bawa 1.000 Butir Tramadol untuk Pesanan, Pria 41 Tahun Diciduk Polisi di Sepatan Omah Singgah NU Al Fath Jadi Sponsor Utama Festival Bazar UMKM Jurangmangu Timur 2026 50 Stand Meriahkan Festival Bazar dan UMKM 2026 MWC NU Pondok Aren di Jurangmangu Timur MT Khairunnisa Meriahkan Momen Perayaan Maulid Nabi di Masjid Al Muiz Kinayungan 105 Masjid Al Muiz Kavling Kinayungan Gelar Maulid Nabi dan Santuni 13 Anak Yatim Persib Bandung Hadapi Persijap Jepara, Igor Tolic Waspadai Ancaman Laskar Kalinyamat Proyek Internet Desa 2021 Diduga Tak Terealisasi, PT GMC Klaim Alami Kerugian Miliaran Rupiah
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Polhukam › Mahardhika Premium

KDM Sebut : Untuk Atasi Banjir Bekasi Dan Karawang, Estimasi Butuh Dana 8 Triliun

BAGIKAN ARTIKELKDM Sebut : Untuk Atasi Banjir Bekasi Dan Karawang, Estimasi Butuh Dana 8 Triliunhttps://www.mahardhikanews.com/2025/05/23/kdm-sebut-untuk-atasi-banjir-bekasi-dan-karawang-estimasi-butuh-dana-8-triliun/
KDM Sebut : Untuk Atasi Banjir Bekasi Dan Karawang, Estimasi Butuh Dana 8 Triliun

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang familiar disebut KDM menyampaikan, dibutuhkan anggaran besar untuk membebaskan wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi Dan Karawang dari bencana banjir.

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang familiar disebut KDM menyampaikan, dibutuhkan anggaran besar untuk membebaskan wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi Dan Karawang dari bencana banjir.

KDM mengaku, salah satu alokasi dana yang besar itu untuk membayar ganti rugi bangunan liar yang berdiri dibantaran kali.

“Kalau mau membongkar bangunan itu harus ada ganti ruginya, maka dari itu untuk membebaskan bencana banjir di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Karawang, estimasi butuh dana Rp. 8 Triliun untuk ganti rugi pembongkaran bangunan liar tersebut,” kata KDM di kabupaten Bekasi, pada Kamis (22/05).

Saat ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 300 miliar untuk membongkar dan mengganti rugi bangunan yang berdiri di bantaran kali.

“Tahap pertama kami akan mengerjakan Rp. 300 miliar, dana dari hasil swadaya Pemkot Bekasi, Pemda Bekasi, dan Pemprov Jabar,” kata KDM.

Selain masalah ganti rugi, KDM juga menyoroti soal program pengerukan kali Bekasi yang memakan biaya Rp. 500 miliar, tetapi proyek mandek selama dua tahun.

“Proyek pengerukan kali Bekasi yang memakan biaya Rp.500 miliar, sudah hampir dua tahun tidak berjalan efektif,” ungkap KDM.

KDM mengungkapkan, bahwa proyek pengerukan kali Bekasi mandek, karena pihak kontraktor ragu untuk mengeksekusi program tersebut.

Pasalnya, bantaran kali Bekasi kini telah berubah wajah, didominasi dengan banyaknya bangunan rumah warga.

“Kontraktor nya ragu, karena di bantaran kali saat ini sudah berubah jadi bangunan,” ucap KDM.

Meski demikian, Dedi Mulyadi mengatakan, program proyek pengerukan kali Bekasi kini kembali berjalan berkat dukungan dari pihak Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. (D-Hunter).