Senin, 21 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Gol Tunggal Isak Bawa Liverpool Menang Tipis di Markas Bournemouth Bawa 1.000 Butir Tramadol untuk Pesanan, Pria 41 Tahun Diciduk Polisi di Sepatan Omah Singgah NU Al Fath Jadi Sponsor Utama Festival Bazar UMKM Jurangmangu Timur 2026 50 Stand Meriahkan Festival Bazar dan UMKM 2026 MWC NU Pondok Aren di Jurangmangu Timur MT Khairunnisa Meriahkan Momen Perayaan Maulid Nabi di Masjid Al Muiz Kinayungan 105 Masjid Al Muiz Kavling Kinayungan Gelar Maulid Nabi dan Santuni 13 Anak Yatim Persib Bandung Hadapi Persijap Jepara, Igor Tolic Waspadai Ancaman Laskar Kalinyamat Proyek Internet Desa 2021 Diduga Tak Terealisasi, PT GMC Klaim Alami Kerugian Miliaran Rupiah
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Polhukam › Mahardhika Premium

Bupati Karawang Akan Kirim Para Pelajar SLTA Nakal Ke Barak Militer TNI Yonif 305

BAGIKAN ARTIKELBupati Karawang Akan Kirim Para Pelajar SLTA Nakal Ke Barak Militer TNI Yonif 305https://www.mahardhikanews.com/2025/05/09/bupati-karawang-akan-kirim-para-pelajar-slta-nakal-ke-barak-militer-tni-yonif-305/
Bupati Karawang Akan Kirim Para Pelajar SLTA Nakal Ke Barak Militer TNI Yonif 305

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Bupati Karawang H. Aep Saepulloh akan mengirim para pelajar SLTA yang nakal ke barak militer TNI Yonif 305, sebagaimana kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Bupati Karawang H. Aep Saepulloh akan mengirim para pelajar SLTA yang nakal ke barak militer TNI Yonif 305, sebagaimana kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Kami telah berkomunikasi dengan komandan Yonif 305 mengenai pengiriman pelajar SLTA nakal ke barak militer,” kata Bupati Karawang pada Kamis (08/05).

Dari hasil komunikasi, kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Karawang harus mengirim surat ke Pangkostrad terkait dengan pengiriman pelajar SLTA nakal ke markas TNI Yonif 305 untuk menjalani pendidikan kedisiplinan.

“Pak Danyon Yonif 305 mengatakan bahwa hal ini harus sampai ke Pangkostrad. Nah mekanisme ini sudah kami tempuh. Kita masih nunggu izin Pangkostrad, Jika diizinkan, Yonif 305 sudah siap,” kata Bupati.

Para pelajar SLTA nakal ini diantaranya yang sering bolos sekolah, terlibat tawuran, mengkonsumsi minuman beralkohol, dan jenis kenakalan lainnya.

Sedangkan untuk menyelaraskan program pengiriman para pelajar nakal tingkat SLTA ke barak militer, Bupati mengaku telah mengatur pendidikan berkarakter untuk diterapkan kepada pelajar tingkat SLTP dan SD.

“Kami telah membuat surat edaran agar anak-anak SLTP dan SD diberikan penguatan karakter dengan praktek pendidikan keagamaan. Misalnya sebelum masuk kelas agar berdoa terlebih dahulu dan menghapal surat-surat pendek, kemudian waktu istirahat dipergunakan untuk sholat dhuha, dan pas tiba waktu dzuhur agar sholat berjamaah,” ujar Bupati.

Pengayaan pendidikan keagamaan ini diharapkan menjadi modal dasar dalam penguatan karakter bagi anak-anak, terutama saat usia dini.

Bupati memastikan program antara pemerintah provinsi dan kabupaten dapat sejalan dalam rangka penguatan karakter dan pendidikan siswa-siswi mulai dari tingkat SD, SLTP, hingga SLTA.

Asisten Daerah 1 Pemkab Karawang Wawan Setiawan mengatakan, untuk pelajar SD dan SLTP, pihaknya menerapkan program pendidikan berkarakter dengan pendekatan sisi keagamaan atau berbasis religius, bukan dengan pendidikan semi militer.

“Jadi pendidikan berkarakter SD dan SLTP di Karawang dilakukan dengan pendekatan dari sisi keagamaan. Mereka menunaikan sholat berjamaah serta melaksanakan kegiatan kerohanian lainnya,” kata Wawan Setiawan.

Hal itu tertuang dalam Surat Instruksi Bupati Karawang Nomor 188.342/1077/Kesra/2025 yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter di Satuan Pendidikan Dasar tertanggal 5 Mei 2025.

Dalam Surat Instruksi Bupati Karawang itu mencakup pelaksanaan kegiatan kerohanian rutin setiap pagi di sekolah. Diantaranya sholat dhuha berjamaah, membaca Al-Qur’an, menghapal Asmaul Husna, serta Juz’ama. Yang akan dipadukan dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam,” ucap Wawan Setiawan.

Instruksi tersebut juga mengharuskan sekolah untuk melaksanakan kegiatan senam anak Indonesia sehat selama 15 hingga 30 menit setiap hari Jumat, serta kegiatan Jumsih di lingkungan sekolah yang melibatkan siswa-siswi dan para guru.

Selain itu juga, diinstruksikan pengenalan dan praktek olahraga tradisional yang dipadukan dalam pelajaran jasmani dan olahraga, serta kegiatan pendidikan kehidupan sehari-hari yang berupa praktek berkala untuk mengembangkan keterampilan dasar, seperti menahan pohon dan kegiatan sehari-hari di rumah.

Terkait dengan penerapan program pendidikan berkarakter itu, Disdikpora Karawang diminta untuk melakukan pembinaan dan pengawasan berjenjang atas pelaksanaan dari Surat Instruksi Bupati Karawang. (Dedi Hunter)