April 17, 2026

Gelar Inovasi Pangan Daerah, Pemkot Tangsel Sosialisasikan Olahan Makanan B2SA

IMG_20231118_200356
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN, — Walikota Benyamin Davnie hadiri acara Inovasi Pangan Daerah yang digelar oleh Pemkot Tangsel dalam rangka menggalakkan inovasi pangan hasi kreasi para iby oeserta acara, di Ciater Serpong, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (18/11) yng dihadiri Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi.

Dalam kesempatan itu Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya mensosialisasikan sekaligus juga menggalakan makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

“Jadi di dalamnya ada perlombaan kreativitas ibu-ibu dalam mengolah bahan-bahan pangan menjadi berbagai makanan untuk memperkaya makanan B2SA,”

“B2SA sendiri memang menitikberatkan kualitas konsumsi yang dipengaruhi keberagaman jenis pangan yang diolah” tutur Benyamin.

Benyamin menambahkan, Pemkot Tangerang Selatan telah menandatangani kerja sama (MoU) dengan daerah lain yang jadi pemasok kebutuhan pangan di Tangerang Selatan.

Hal ini dikarenakan Tangerang Selatan bukan daerah petani, melainkan daerah konsumsi, sehingga permintaan akan komoditi tersebut dapat terpenuhi.

“Saya sudah MoU dengan Lebak, dengan Karawang, dan dengan pasar induk untuk menjaga suplai ke enam pasar tradisional di Tangerang Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyatakan, mengenalkan aneka ragam pangan ke usia dini merupakan hal yang penting. Dia menegaskan bahwa kenyang itu tak harus nasi.

“Kenyang itu biasanya identik dengan beras, karbohidrat. Tapi kami sampaikan bahwa makan jagung, talas, ubi, dan sagu, itu pun cukup. Itu karbonya,” katanya.

Arief menjelaskan kebutuhan pangan strategis saat ini disebut pola pangan harapan terdiri atas kabohidrat, sayur, dan yang lainnya.

“Sepertiga karbohidrat, sepertiga sayur mayur, seperenam lauk pauk, dan seperenamnya buah-buahan. Itu bisa digantikan komoditas lain, yang penting karbo, protein, seratnya cukup,” ucapnya.

Arief menambahkan, penganekaragaman konsumsi harus dikenalkan sejak dini untuk menjaga generasi emas.

Edukasi dan pesan pola pangan harapan pun penting digalakkan terutama kepada ibu-ibu.

Menurutnya, kaum ibu yang punya peran utama mengatur konsumsi di dalam rumah. (Ivan)