Mei 26, 2024

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Pagi di Polres Metro Tangerang Kota, Ini Pesannya

Spread the love

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Pagi di Polres Metro Tangerang Kota, Ini Pesannya

*Pimpin Ap

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGERANG, – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Karyoto menjadi inspektur apel pada apel pagi di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Metro Kota Tangerang, Kamis (12/10/2023) pagi, didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Metro Jaya dan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, S.H,S.I.K,M.Si.

Pada kesempatan tersebut Kapolda menyampaikan amanat dan pesan kepada seluruh jajaran Polres Metro Tangerang Kota, untuk dapat menangani perkara secara profesional, komprehensif dan terukur.

“Rasa terima kasih saya sampaikan kepada seluruh jajaran Polres Metro Tangerang Kota yang telah melaksanakan tugas dengan baik, sehingga secara umum situasi wilayah hukum Polda Metro Jaya aman dan kondusif,” ujar Kapolda.

Irjen Karyoto menjelaskan bahwa tugas pokok dari abdi negara (Polri) adalah menjaga Kamtibmas, menegakan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat.

“Namun kendati demikian, masih banyak ditemukan, dikeluhkan oleh masyarakat tentang kinerja kita (Polri). Untuk itu saya hadir ditengah-tengah kalian untuk memberikan semangat dan arahan agar menjadi perhatian semua,” katanya.

Kemudian Ia pun menjelaskan tentang penanganan perkara. Sebab menurutnya, satu penanganan perkara tidak baik, akan mempengaruhi dan mencederai yang baik yang sudah dilakukan.

“Saya minta kepada anggota yang menangani perkara untuk benar-benar jujur, adil dan profesional. Kedepankan sikap-sikap yang humanis, jangan suka-suka sendri dan menyalahgunakan wewenang, lakukan secara transparan, akuntabel, humanis, profesional dan berimbang, tidak memain-mainkan perkara,” tutur Irjen Karyoto.

Kapolda Metro Jaya meminta kepada seluruh jajaran untuk melakukan pendekatan yang intensif kepada masyarakat, jadilah polisi yang hadir di tengah masyarakat, dan mampu mendengar setiap keluhan serta menjadi pemecah masalah di wilayahnya masing-masing.

“Ciptakan situasi yang kondusif dengan rutin melaksanakan patroli di waktu dan lokasi yang rawan, saya harap kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak bisa digantikan oleh tekhnologi apapun,” jelasnya.

Kapolda pun meminta, seorang Polisi cepat dan tanggap terhadap laporan masyarakat tanpa tembang pilih, laksanakan dengan cepat dan tanggap (quick respon).

“Antisipasi tawuran yang kerap terjadi di kota bahkan di wilayah pinggiran, ini menjadi fenomena, cari korelasi antara narkotika, obat-obatan keras dan tawuran, kenapa? Karena anak muda yang harusnya takut dengan berbagai macam hal menjadi berani dan tidak takut dengan hukum,”

Disini disebutkan, Polres Metro Tangerang Kota berhasil menangani aksi tawuran dengan mengamankan sebanyak 515 orang dan diproses hukum sebanyak 88 orang.

“Saya minta setiap anak yang terlibat tawuran untuk tetap di proses, terlebih mereka yang membawa sajam, melukai hingga menghilangkan nyawa orang lain, apapun yang terjadi biarlah hukum yang memprosesnya,” tegasnya.

Irjen Pol Karyoto pun menyampaikan, dalam rangka menghadapi rangkaian Pemilu 2024 mendatang, diharapkan seluruh jajarannya dapat mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan benar.

Ia mengingatkan jajaran agar mempersiapkan fisik yang kuat, menggelar latihan-latihan, dan juga didukung dengan sarana dan prasarana kepolisian.

“Kita semua harus menunjukan netralitas, jangan berbuat ceroboh dengan menciderai rasa keadilan masyarakat bertindaklah secara profesional dan proporsional,” ungkapnya.

Diakhir amanahnya, Kapolda Irjen Pol Karyoto juga memberikan pesan tegas agar anggota jangan main- main dengan melanggar aturan, narkoba, pidana dan lain-lain semua ada penindakannya. Ingatlah seragam, atribut, kewenangan yang kalian miliki adalah untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum dengan humanis, jujur dan adil.

“Saya minta kepada Propam dan Reskrim untuk menindak setiap pelanggaran anggota. Sebenarnya mudah, kalo takut akan hukuman jangan melanggar, kalo tidak mau melanggar berarti pahami itu. Jangan ada rasa untuk melakukan pelanggaran, jangan ada niat untuk melanggar aturan, saya meminta setiap pimpinan untuk dapat menjadi teladan, teman, guru bagi orang yang di pimpinnya,” tandasnya. (Ngkong)