Kamis, 08 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Cegah Pelajar Ikut Aksi Massa, Polres Metro Tangerang Kota Perkuat Program Bapak Asuh Sambangi PWI, Responsif Tidak Reaktif jadi Mekanisme Konfirmasi Media di Tirta Benteng Usai Putusan MK Soal Syarat Pendidikan Wapres, Ketum FBB: Percayakan Kepemimpinan Prabowo-Gibran Hingga 2029 Resmi Kantongi Nomor Urut 02, Hadi Rohhadi ST Siap Bertarung di Pilkades PAW Tanjungsari Cikarang Utara Layanan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari, Kantah Kota Tangerang Perkuat Kolaborasi dengan Bapenda dan PPAT Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Proyek Tanggul CV Nurhaya Sukses Makmur, Komitmen Transparansi Kabid SDA PUPR Kota Tangerang Dipertanyakan Wali Kota Tangerang Silaturahmi ke Kodim 0506/Tgr, Sampaikan Ucapan HUT TNI ke-81 Momen Hangat HUT TNI ke-81, Polres Metro Tangerang Kota Bawa Tumpeng dan Kue ke Kodim 0506
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Polhukam › Mahardhika Premium

Cegah Pelajar Ikut Aksi Massa, Polres Metro Tangerang Kota Perkuat Program Bapak Asuh

BAGIKAN ARTIKELCegah Pelajar Ikut Aksi Massa, Polres Metro Tangerang Kota Perkuat Program Bapak Asuhhttps://www.mahardhikanews.com/2026/10/08/cegah-pelajar-ikut-aksi-massa-polres-metro-tangerang-kota-perkuat-program-bapak-asuh/
Cegah Pelajar Ikut Aksi Massa, Polres Metro Tangerang Kota Perkuat Program Bapak Asuh

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG, — Polres Metro Tangerang Kota memperkuat program Polisi Sahabat Pelajar melalui peran anggota Bhabinkamtibmas sebagai “Bapak Asuh” bagi para pelajar di wilayah hukumnya.

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG, — Polres Metro Tangerang Kota memperkuat program Polisi Sahabat Pelajar melalui peran anggota Bhabinkamtibmas sebagai “Bapak Asuh” bagi para pelajar di wilayah hukumnya.

Penguatan program tersebut dibahas dalam arahan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Sianipar kepada jajaran Satbinmas dan para Bapak Asuh di Ruang Serbaguna Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (7/10/2026).

Dalam arahannya, Herbin menekankan pentingnya kehadiran polisi di lingkungan sekolah, khususnya dalam melakukan pendampingan dan membangun komunikasi langsung dengan para pelajar.

Program tersebut dibagi dalam dua kategori wilayah, yakni Zona Merah dan Zona Hijau. Para Bapak Asuh diminta tidak sekadar hadir secara administratif, tetapi benar-benar mengenal kondisi serta aktivitas para pelajar yang menjadi binaannya.

“Pastikan rekan-rekan selalu hadir di kelas dan melakukan pengecekan langsung terhadap absensi siswa. Jangan hanya melihat data, tetapi cek betul keberadaan dan kondisi adik-adik pelajar,” ujar Herbin dalam arahannya.

Herbin juga meminta para Bapak Asuh di Zona Merah membuat grup WhatsApp (WAG) khusus. Grup tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi dan pemantauan antara polisi dengan lingkungan sekolah maupun pelajar.

Menurutnya, pengawasan dilakukan bukan untuk membatasi hak pelajar dalam menyampaikan pendapat. Pelajar tetap memiliki hak menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Adik-adik pelajar juga mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Tugas kita sebagai polisi adalah mengawal dan melayani mereka dalam menyampaikan pendapat, tentunya dengan memperhatikan batas usia dan ketentuan yang berlaku,” kata Herbin.

Kapolres juga mengingatkan jajarannya untuk melakukan langkah pencegahan apabila akan adanya setiap aksi. Ia berharap tidak ada pelajar dari wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota yang terlibat dalam aksi yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Hingga saat ini, dalam pemantauan kepolisian belum ditemukan adanya pelajar dari wilayah tersebut yang mengikuti aksi massa di Jakarta.

Program Bapak Asuh sendiri melibatkan puluhan personel Bhabinkamtibmas yang ditugaskan untuk melakukan pendampingan terhadap pelajar di wilayah masing-masing.

Untuk Zona Merah, tercatat 64 personel Bapak Asuh, Sementara untuk Zona Hijau, terdapat 44 personel Bapak Asuh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polres dan Kanit Binmas Polsek jajaran serta anggota Satbinmas dan para Bapak Asuh.

Kapolres menekankan agar program Polisi Sahabat Pelajar dijalankan secara konsisten dengan pendekatan yang humanis. Kehadiran polisi di sekolah diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi bagi pelajar untuk menyampaikan persoalan sekaligus mendapatkan pendampingan sebelum terjerumus pada kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. (Ivan)