Minggu, 27 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Ponpes Almuqriyah Gelar Festival Qosidah dalam Perayaan HUT Banten ke 26 Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Struktur Ombudsman RI Sidak Lapas Pemuda Tangerang, Tinjau Pemenuhan Hak dan Pelayanan WBP Ketua PWI Banten Tinjau PWI Unit Lebak Selatan, Perkuat Konsolidasi dan Profesionalisme Wartawan Sering Dilakukan Setiap Hari, 5 Kebiasaan Ini Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar Bertemu Kepala KSP Dudung, MASDA Jabar Serukan Reformasi Budaya Nasional Antusias !, SMPN 2 Sukatani Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Hadirkan Ust. Dani Aksi Indosiar Komisi III Kawal Penguatan Fiskal dalam KUA-PPAS 2027
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Artikel › Mahardhika Premium

Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Struktur

BAGIKAN ARTIKELKetua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Strukturhttps://www.mahardhikanews.com/2026/09/27/ketua-pcnu-tangsel-lembaga-harus-jadi-mesin-khidmah-bukan-sekadar-struktur/
Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Struktur

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN, — Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan, H. Abdullah Mas’ud, M.Si., menegaskan bahwa lembaga-lembaga di lingkungan PCNU harus menjadi mesin penggerak organisasi yang mampu menghasilkan kerja nyata dan manfaat bagi jamaah.

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN, — Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan, H. Abdullah Mas’ud, M.Si., menegaskan bahwa lembaga-lembaga di lingkungan PCNU harus menjadi mesin penggerak organisasi yang mampu menghasilkan kerja nyata dan manfaat bagi jamaah.

Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Kota Tangerang Selatan Masa Khidmat 2026–2031 yang mengusung tema “Menggerakkan Lembaga, Mengakselerasi Khidmah: Membangun PCNU Tangsel yang Profesional, Produktif, Mandiri dan Berdampak,” Sabtu (27/9/2026).

“SK bukan tanda bahwa perjuangan telah selesai. Justru SK adalah tanda bahwa pekerjaan baru dimulai. Kita tidak ingin pengurus hanya tercantum dalam struktur, tetapi harus hadir dalam gerakan dan memberi manfaat nyata kepada jamaah,” tegas Abdullah Mas’ud.

Menurutnya, PCNU Tangsel ke depan harus melakukan transformasi dari organisasi berbasis kegiatan menjadi organisasi berbasis kinerja dan dampak. Karena itu, setiap lembaga dituntut memiliki program prioritas, target terukur, indikator keberhasilan, jejaring kolaborasi, serta karya nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia merumuskan empat karakter utama yang harus menjadi budaya kerja lembaga PCNU Tangsel, yakni Profesional, Produktif, Mandiri, dan Berdampak.

“Jangan ukur keberhasilan hanya dari ramainya acara atau banyaknya program. Pertanyaan terpenting adalah: apa yang berubah karena kita bekerja dan apa manfaat yang dirasakan jamaah?” ujarnya.

Muskercab juga diarahkan menjadi momentum untuk menerjemahkan Road Map NU Tangsel 2026–2046 dan Renstra PCNU Tangsel 2026–2031 ke dalam program konkret masing-masing lembaga.

Ketua Yayasan Pesantren Al-Nahdlah ini juga mengingatkan agar lembaga tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antarlembaga, Badan Otonom (Banom), MWCNU, Ranting, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat harus menjadi kekuatan baru PCNU Tangsel.

“Kita bergerak bukan untuk membesarkan diri, tetapi membesarkan khidmah. Kita bekerja bukan untuk meninggalkan nama, tetapi meninggalkan manfaat. Struktur harus menjadi gerakan, program harus menjadi manfaat, dan khidmah harus melahirkan dampak,” pungkasnya.

Dalam acara Muskercab ini selain pelantikan pengurus PCNU juga dilantik ketua LDNU Tangsel berikut jajaran. (Ivan)