Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof. DR. KH. Hasanudin Maulana, Apresiasi Prinsip Pendidikan di Ponpes Assa’adah Setu
MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Guru Besar Fiqih Muamalah di Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Profesor., DR., KH. Hasanudin Maulana sangat mengapresiasi prinsip pendidikan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Ponpes Assa’adah Setu Tangsel KH. Ahmad Ghazali.
Pernyataan itu diberikannya saat acara podcast bersama dengan KH. Ahmad Ghazali dan DR. Nuril Irfan, Minggu (12/01) di Ponpes Assa’adah, Komplek Puri Serpong Blok C1 Tangsel.
Saat podcast di mulai bersama Mahardhika TV, KH. Ahmad Ghazali selaku pimpinan ponpes mengatakan bahwa dia selalu mengingatkan pada wali santri yang akan mendaftarkan anaknya di Assa’dah kalau anaknya itu ‘Nyantri sambil Sekolah dan bukan Sekolah sambil Nyantri’.
Menurutnya, prinsip pendidikan yang dianut oleh KH. Ahmad Ghazali bahwa ‘Nyantri sambil Sekolah’ itu memang benar dibandingkan dengan ‘Sekolah sambil Nyantri’.
“Jika prinsip ‘Sekolah sambil Nyantri’ yang dianut, maka pendidikan pesantren hanya sekedarnya saja dan bukan jadi yang pokok dalam pelajaran”.
“Tapi Jika ‘Nyantri Sambil Sekolah’ maka otomatis pendidikan pesantrennya lebih diutamakan dan lebih banyak diterima oleh santri,” kata Hasanudin.

Menurutnya, ketegasan KH. Ahmad Ghazali untuk mendudukkan Pesantren sebagai kawah candradimuka jadi seorang pemimpin patut diacungi jempol.
“Saya sendiri adalah seorang pribadi yang belum pernah mengenyam pendidikan umum dan hanya ‘nyantren’ saja. Dari mulai pendidikan dengan orang tua sendiri, lalu ke pesantren Salaf Al Kauman (APIK) dan Lirboyo kediri,” kisahnya
Namun dengan bekal pendidikan pesantren, dia kini berhasil meraih jabatan jadi Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat.
Dia juga merupakan Ketua Bidang Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional Bidang Ekonomi dan keuangan, dan Dewan Pengawas Syariah di PT. Bank Syariah Indonesia (BSI).
Menurutnya, pendidikan pesantren sangat penting bagi putra dan putri umat Islam. Karena dengan pendidikan pesantren maka karakter seorang muslim bisa terbentuk seiring dengan pengetahuan yang dipelajari.
“Karena itu saya mengajak kepada para orang tua yang memiliki anak di usia pendidikan, masukanlah anaknya ke Pesantren Assa’adah. Karena selain pendidikan agama ada juga pendidikan umum yang didapat oleh anaknya,” tutur dia.
Ponpes Assa’adah sendiri memang memiliki banyak prestasi. Tidak saja hanya di bidang agama seperti juara MTQ, Pidato dan Marawis tapi juga cabang olah raga.
Banyak santrinya yang sudah jadi juara Bulutangkis, Pencak Silat hingga Catur. Selain itu kegiatan pelatihan ekonomi pun mereka dapatkan seperti pelatihan UMKM bagi para santri. (Ivan)






