Februari 21, 2026

MWC NU Pondok Aren Kembali Gelar Lailatul Ijtima di Masjid At-Taqwa Puri Permata Hijau

Screenshot_20260215-211330
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com PONDOK AREN, — Segenap pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ( MWC NU) Pondok Aren hadir di acara Lailatul Ijtima dan Tarhib Ramadhan diselenggarakan di PRNU Pondok Aren, tepatnya di Masjid At- Taqwa, komplek Puri Permata Hijau.

Dalam sambutan singkatnya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Pondok Aren H. Fathur Rahman menyampaikan, tentang pentingnya menjaga dan merawat ajaran para Masyayikh NU di tengah masyarakat saat ini yang mulai cenderung bergaya Hedonisme, Materialisme dan Egoisme.

“Alhamdulillah kita masih memelihara tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu kita dengan acara seperti tahlilan, maulidan dan sejenisnya, sehingga kita masih bisa berkumpul dan bertegur sapa satu dengan yang lain,” ulasnya.

“Tentu saja tradisi inilah yang harus kita jaga buat anak cucu kita selanjutnya agar kegiatan ini bisa terus berlangsung. Karena tak hanya penting saat kita masih hidup, tapi juga setelah datangnya kematian,” tambahnya.

 

Lanjut H. Fathur, cara penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Wali Songo dengan cara akulturasi budaya, yang diteruskan oleh para Masyayikh Nahdlatul Ulama (NU) membuat agama Islam kita sudah menyebar ke seluruh Nusantara.

“Islam tak merubah tradisi yang sudah ada selagi itu baik. Sedangkan bagi yang kurang baik diperbaiki,” katanya, Sabtu (14/02).

“Kondisi ini membuat masyarakat yang tadinya beragama Hindu Budha jadi mau menerima agama Islam tanpa menimbulkan peperangan” imbuhnya.

Menurutnya, pada saat ini NU lah yang berusaha menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan NKRI sebagaimana semboyannya, ‘Merawat Jagat Membangun Perdaban’.

Karena itu kegiatan Lailatul Ijtima yang jadi upaya MWC NU untuk harus semakin memperkenalkan NU sebagai sebuah jam’iyah dan bukan hanya amaliyah harus terus dilaksanakan.

Bertindak selaku pengisi Mauidoh Hasanah kali ini Ketua Syuriah MWCNU Pondok Aren KH. Muhammad Toha dan KH. Abi Saiyma MA., yang menyampaikan pentingnya puasa bagi umat Islam dan ketulusan hati agar ibadah diterima.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama sebagai salah satu bentuk kedekatan dan kebersamaan pengurus dan jama’ah yang hadir. (Ivan)