Tokoh Jawa Barat Abah Anton Charlian: Waspada Provokasi, Jaga Persatuan Bangsa
Mahardhikanews.com – Bandung, 30 Agustus 2025 – Situasi politik nasional yang kian mengkhawatirkan mendorong Tokoh Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Anton Charlian, atau akrab disapa Abah Anton, menginisiasi pertemuan mendadak dengan sejumlah tokoh masyarakat Jawa Barat. Pertemuan yang berlangsung di kediamannya, Jalan Parakan Asri No. 8 Bandung, dihadiri oleh lintas tokoh dari berbagai organisasi, profesi, dan latar belakang, sebagai respons terhadap dinamika unjuk rasa yang akhir-akhir ini menelan korban d0ari masyarakat maupun aparat.

Dalam pernyataannya, Abah Anton menekankan bahwa masyarakat harus waspada terhadap provokasi dan adu domba yang berpotensi merusak persatuan bangsa. Ia menyerukan agar demokrasi dijalankan secara damai, jauh dari tindakan anarkis maupun penjarahan.
“Kita menghormati aspirasi rakyat, itu hak konstitusional. Namun kita harus menolak keras aksi yang disertai kekerasan, anarkisme, dan penjarahan. Demokrasi sejati adalah ruang membangun gagasan, bukan menghancurkan persatuan,” tegas Abah Anton.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi kerusuhan hanya akan membawa dampak buruk bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat. “Jika bangsa ini rusuh, investor akan lari, PHK akan terjadi di mana-mana, dan ekonomi kita hancur. Yang paling menderita justru rakyat kecil,” ujarnya.
Selain itu, Abah Anton menyoroti peran penting aparat dan anggota parlemen untuk menjaga ucapan dan tindakan agar tidak menyinggung rakyat. “Aparat dan wakil rakyat jangan bertindak sebagai tuan, karena itu hanya akan membuat rakyat marah. Jaga lisan, jaga sikap, dan tetaplah mengayomi,” pesannya.

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Jawa Barat, di antaranya: H. Dian (Ketua MPW Pemuda Pancasila Jabar & Ketua Partai Hanura), Joni Suherman (Ketua Projo Jabar), Humar Dhani (Ketua GERSUMA & Koalisi Partai Non Parlemen), Ir. Deden Hidayat/ Wa Deden (Ketua Rumah Bersama Jabar), Dr. Undang Darsa (Akademisi Unpad), Ki Pamanah Rasa (Purn. TNI), Budi H. (Ketua Aliansi Anti Intoleran), Ustadz Ari (Ponpes Suryalaya), Kang Debar (Aktivis 98), Kang Rizal (Aktivis HMI), H. Elis Suryani (Tokoh Budaya Sunda), Widaningsih (Tokoh Perempuan Jabar), Ait MS (Tokoh HWS), Sudrajat & Darmanto (Tokoh Media), Rames Gordon (Tokoh Kerukunan Antar Suku), Asep Ruslan (Tokoh Asep Sadunya), dan Nani (Aktivis KNPI).
Menutup pertemuan, Abah Anton menyampaikan apresiasi atas kebersamaan para tokoh yang hadir maupun yang berhalangan hadir karena alasan keamanan. Ia menegaskan bahwa jalan terbaik bagi bangsa adalah menjaga kedamaian, menolak provokasi, dan memperkuat persaudaraan.
“Mari kita jaga negeri ini dengan cara yang beradab. Jangan biarkan provokasi merusak persaudaraan kita. Demokrasi damai adalah jalan kita bersama,” pungkas Abah Anton.
Jurnalist : Tantan Su






