Juni 7, 2026

KH. Fathur Rahman dan KH. M. Toha Terpilih Sebagai Ketua Tanfidziyah dan Rois Syuriah MWC NU Pondok Aren

Screenshot_20250420-015907
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com PONDOK AREN, — Pemilik dan pembina Omah Singgah ( Omsing ) Yatim dan Tahfidz Qur’an NU Al Fath, H. Fathur Rahman akhirnya terpilih sebagai ketua Tanfidziyah MWC NU Pondok Aren untuk masa bakti 2025 – 2030 dalam Konfrensi MWC NU Pondok Aren di Ponpes Al Ikhwaniyah, Pondok Aren Tangsel.

Dia terpilih setelah mendapatkan suara mayoritas, dalam rapat pleno yang dipimpin oleh Wakil Ketua PCNU Tangsel bidang Kaderisasi yang juga anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo atau Gus Andi, bersama Sekretaris PCNU KH. Imam Muzahir dan Gus Fikri.

H. Fathur Rahman berhasil meraih 9 suara dan 1 suara lainnya adalah KH. M. Misbah dari 10 anggota pemilih yang berhak memberikan suara, Sabtu (19/04)

Dengan begitu secara otomatis KH. Fathur Rahman terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah MWC NU Pondok Aren setelah mendapatkan persetujuan dari Rois Syuriah terpilih KH. Mohammad Toha, yang sebelumnya adalah Ketua Tanfidziyah.

Meski baru pertama kali dilaksanakan dengan sistem Halul Ahli Wal Aqdi, namun acara konferensi ini berjalan lancar dan tak memiliki kendala yang berarti.

Dari 11 ranting NU yang ada di Pondok Aren, 6 diantaranya datang atau mengirimkan utusan, dengan surat rekomendasi yang valid dari ketua ranting. Dengan begitu acara konferensi dianggap sah dan bisa memutuskan ketua baru.

Demikian disampaikan Gus Andi saat memulai rapat Pleno tersebut, sambil mengucapkan pasal-pasal yang ada dalam PD/PRT dari PBNU.

Sebelum sidang pleno di tutup, Gus Andi usai memutuskan hasil sidang berpesan agar ketua Tanfidziyah dan Ketua Syuriah terpilih segera menyelesaikan kewajibannya untuk menyusun susunan pengurus.

“Jadi kami tunggu susunan pengurus itu selama 30 hari kedepan usai ketua ini terpilih. Dan jika lebih dari itu, meski satu menit pun maka akan kami lakukan Caretaker,” ucap Gus Andi dengan tegas.

Meski begitu, dirinya yakin bahwa kepengurusan di MWC NU Pondok Aren tidak akan kesulitan menyusun kepengurusannya, melihat susunan tim formatur yang diserahkan oleh ketua terpilih.

“Selamat melaksanakan amanah ini, dan saya ingatkan sekali lagi sebagaiman pesan ketua PCNU tadi, bahwa Kaderisasi harus terus dilaksanakan,” imbuhnya.

“Karena tanpa kaderissi NU di Pondok Aren akan tetap kesulitan dalam melaksanakan program kerjanya dalam berbakti untuk masyarakat,” pungkasnya.

Selesai sidang Pleno, ucapan selamat pun mengalir dari peserta konferensi untuk KH. Fathur Rahman dan KH. Mohammad Toha.

Peserta mendatangi mereka berdua dan saling bersalaman, sebelum akhirnya di tutup dengan foto bersama peserta konferensi dan panitia. (Ivan)