April 19, 2024

Anggaran Dinkes Kota Tangerang Mengalami Kenaikan di RAPBD Perubahan 2023, Apa Hasilnya

Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGERANG, – Rencana Anggaran Belanja Daerah (RAPBD) Kota Tangerang mengalami perubahan. Hal itu diputuskan oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah berdasarkan rapat sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Tangerang pada 23 Agustus 2023.

Arief memaparkan, secara garis besar komposisi Raperda perubahan APBD tahun anggaran 2023 mengalami penurunan baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah, namun anggaran pendidikan dan kesehatan di Kota Tangerang justru bertambah.

“Urusan pemerintahan bidang pendidikan pendidikan senilai Rp. 1,27 Triliun bertambah Rp. 19,13 Miliar dari angaran semula Rp. 1,25 Triliun,” papar wali kota dalam Rapat Paripurna DPRD di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa, (22/8)

“Untuk kesehatan menjadi Rp. 900,3 Miliar, bertambah Rp. 57,9 Miliar dari anggaran semula,” jelas Arief.

Sehubungan dengan hal itu, awak media yang.merupakan soaial kontrol mendatangi Dinkes Kota Tangerang guna mengetahui sejauh mana dana yang sudah dianggarkan oleh Pemkot dilaksanakan dan digunakan bagi masyarakat

Namun alih-alih mendapatkan jawaban, pihak Dinkes Kota Tangerang yang diwakili oleh Humas Erwin Januar menjawab, bahwa hal itu bisa dilihat di Web Dinkes Kota Tangerang.

“Buka saja Webnya pak, semua ada disitu” jawabnya Senin (04/09).

Erwin menambahkan bahwa semua kegiatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang tertuang di situs itu.

Didalam situs itu juga terdapat beberapa kegiatan yng bisa jadi lahan bisnis bila jeli melihatnya seperti bidang Makum (Makan Minum) istilah Erwin.

“Silahkan hubungi Kominfo saja pak untuk tekhnisnya, kalo kita hanya acaranya saja ” tambah Erwin.

Ketika disinggung kenapa selama ini kegiatan Dinkes tak diekspos melalui media, Erwin menjelaskan bahwa selama ini pihaknya juga sudah kerja sma dengan beberapa media mainstream.

“Kita ini ibarat orang dagang harus tahu dulu pak medianya seperti apa. Bagaimana status.perusahaannya, termasuk berapa Viewnya berdasarkan Google Analitic. Karena percuma saja kita iklan kalo ga ada yang baca” tukas Erwin.

Selain itu, Ia juga menawarkan jika ingin dapatkan iklan/ advetorial (Adv) kegiatan Dinkes silahkan ajukan proposalnya. Namun begitu ia mengatakan bahwa meski diajukan ke Dinkes, semua yang memutuskan itu Kominfo di Puspem.

“Kirimkan saja proposalnya pak, nanti kita ajukan. Karena nanti disana juga yang memutuskan lolos atau tidak media yang diajukan” pungkasnya.

Hingga akhir pembincaraan, Dinkes tak jua menyebutkan program kerja apa yang sudah dilakukan tapi malah membicarakan ADV. Ada apa ? (Ivan)