Minggu, 20 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Gol Tunggal Isak Bawa Liverpool Menang Tipis di Markas Bournemouth Bawa 1.000 Butir Tramadol untuk Pesanan, Pria 41 Tahun Diciduk Polisi di Sepatan Omah Singgah NU Al Fath Jadi Sponsor Utama Festival Bazar UMKM Jurangmangu Timur 2026 50 Stand Meriahkan Festival Bazar dan UMKM 2026 MWC NU Pondok Aren di Jurangmangu Timur MT Khairunnisa Meriahkan Momen Perayaan Maulid Nabi di Masjid Al Muiz Kinayungan 105 Masjid Al Muiz Kavling Kinayungan Gelar Maulid Nabi dan Santuni 13 Anak Yatim Persib Bandung Hadapi Persijap Jepara, Igor Tolic Waspadai Ancaman Laskar Kalinyamat Proyek Internet Desa 2021 Diduga Tak Terealisasi, PT GMC Klaim Alami Kerugian Miliaran Rupiah
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Polhukam › Mahardhika Premium

Ketua APDESI Jabar Sukarya WK: Aksi Solidaritas APDESI Tuntut Keadilan Pihak PT Pertiwi Lestari di Karawang

BAGIKAN ARTIKELKetua APDESI Jabar Sukarya WK: Aksi Solidaritas APDESI Tuntut Keadilan Pihak PT Pertiwi Lestari di Karawanghttps://www.mahardhikanews.com/2026/04/07/ketua-apdesi-jabar-sukarya-wk-aksi-solidaritas-apdesi-tuntut-keadilan-pihak-pt-pertiwi-lestari-di-karawang/
Ketua APDESI Jabar Sukarya WK: Aksi Solidaritas APDESI Tuntut Keadilan Pihak PT Pertiwi Lestari di Karawang

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Puluhan ribu aparatur desa se-Jawa Barat yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih menggelar aksi besar-besaran di depan gerbang PT Pertiwi Lestari, kawasan industri Artha, Telukjambe Barat, Karawang, pada Senin (06/04).

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Puluhan ribu aparatur desa se-Jawa Barat yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih menggelar aksi besar-besaran di depan gerbang PT Pertiwi Lestari, kawasan industri Artha, Telukjambe Barat, Karawang, pada Senin (06/04).

Aksi tersebut merupakan buntut dari dugaan pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oknum sekuriti perusahaan terhadap aparatur Desa Wanasari pada akhir Maret kemarin.

Sejak pagi, massa aksi memadati lokasi sambil menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Mereka menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan atas insiden yang dinilai mencederai marwah aparatur desa.

Ketua APDESI Jawa Barat, Sukarya WK, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya telah menempuh jalur komunikasi sebelum aksi digelar.

“Kami sudah dua kali melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan dalam kurun waktu 10 hari, namun tidak ada tanggapan,” ujarnya di hadapan massa.

Ia juga membenarkan adanya dugaan pengeroyokan yang melibatkan oknum sekuriti dan kelompok organisasi masyarakat yang diduga terkait dengan perusahaan.

Menurutnya, aparat desa sebelumnya telah mengedepankan langkah persuasif. Namun, sikap perusahaan yang dinilai tidak responsif memicu kekecewaan hingga berujung aksi unjuk rasa besar ini.

Sementara itu, perwakilan aparatur desa dari APDESI Kabupaten Garut menegaskan bahwa kasus tersebut harus diproses secara hukum.

“Ini negara hukum. Perusahaan harus memproses sekuriti yang melakukan pemukulan terhadap aparat Desa Wanasari. Kami menunggu itikad baik dari perusahaan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh aparatur desa menjaga solidaritas dan tidak gentar terhadap intimidasi. Bahkan, massa mengancam akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspons.

“Kalau tidak digubris, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar. Semangat kami lahir dari kebersamaan, sekuat teriknya matahari siang ini,” lanjutnya.

APDESI menyebut memiliki jaringan lebih dari 70 ribu desa di seluruh Indonesia, termasuk dukungan dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dalam aksi ini, hampir seluruh perwakilan aparatur desa se-Jawa Barat turut hadir.

Untuk diketahui bentrokan antara perangkat Pemerintah Desa Wanasari dan pihak PT Pertiwi Lestari terjadi pada akhir Maret kemarin itu diduga dipicu oleh sengketa aset desa berupa 12 kabel optik yang berada di dalam kawasan perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa aksi. (D-Hunter)