Kamis, 08 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Cegah Pelajar Ikut Aksi Massa, Polres Metro Tangerang Kota Perkuat Program Bapak Asuh Sambangi PWI, Responsif Tidak Reaktif jadi Mekanisme Konfirmasi Media di Tirta Benteng Usai Putusan MK Soal Syarat Pendidikan Wapres, Ketum FBB: Percayakan Kepemimpinan Prabowo-Gibran Hingga 2029 Resmi Kantongi Nomor Urut 02, Hadi Rohhadi ST Siap Bertarung di Pilkades PAW Tanjungsari Cikarang Utara Layanan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari, Kantah Kota Tangerang Perkuat Kolaborasi dengan Bapenda dan PPAT Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Proyek Tanggul CV Nurhaya Sukses Makmur, Komitmen Transparansi Kabid SDA PUPR Kota Tangerang Dipertanyakan Wali Kota Tangerang Silaturahmi ke Kodim 0506/Tgr, Sampaikan Ucapan HUT TNI ke-81 Momen Hangat HUT TNI ke-81, Polres Metro Tangerang Kota Bawa Tumpeng dan Kue ke Kodim 0506
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Politik › Mahardhika Premium

Ketua Bappeda Kota Tangerang Jawab Keraguan Ketua DPRD Atas PAD

BAGIKAN ARTIKELKetua Bappeda Kota Tangerang Jawab Keraguan Ketua DPRD Atas PADhttps://www.mahardhikanews.com/2026/01/22/ketua-bappeda-kota-tangerang-jawab-keraguan-ketua-dprd-atas-pad/
Ketua Bappeda Kota Tangerang Jawab Keraguan Ketua DPRD Atas PAD

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGERANG, — Usai acara Konsultasi Publik RKPD Kota Tangerang, Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) Hj. Yeti Rohaeti, A.P., M.Si., menjawab usulan yang diberikan oleh Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam tentang PAD ( Pendapatan asli Daerah ).

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGERANG, — Usai acara Konsultasi Publik RKPD Kota Tangerang, Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) Hj. Yeti Rohaeti, A.P., M.Si., menjawab usulan yang diberikan oleh Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam tentang PAD ( Pendapatan asli Daerah ).

Menurut Rusdi, PAD Kota Tangerang masih memiliki resiko karena mengingat adanya inflasi yang akan berjalan di tahun 2026, Rabu ( 21/01) dalam Konsultasi Publik RKPD 2027.

Kenaikan PAD yang direncanakan hanya 1 Milyar rupiah di tahun 2027, dikhawatirkan tak mampu memenuhi target pencapaian yang direncanakan.

Atas kekhawatiran ini, Hj. Yeti Rohaeti menjelaskan bahwa semua itu sudah diperhitungkan dan dikondisikan.

“Adanya pengurangan anggaran ke daerah sebesar Rp 400 Milyar dari Pemerintah Pusat memang memiliki dampak bagi kita,” katanya.

Namun begitu, Pemkot Tangerang juga berhasil mendapatkan tambahan pendapatan sebesar Rp 141 Milyar dari sektor lain guna menutupinya.

“Anggaran APBD yang kita miliki itu sebanyak Rp 5,4 Trilyun ya, dan sudah kita fokuskan dalam usaha pencapaian program prioritas yang ada di dalam RPJMD,” terangnya.

“Meski terjadi kekurangan, tapi program – program prioritas itu sudah tercukupi,” tukasnya.

Sedangkan mengenai usulan untuk mendapatkan PAD tambahan lewat jalur pembayaran distribusi sampah, yang dibarengi dengan pembayaran PDAM, dia menyatakan bahwa itu semua tergantung regulasi yang ada.

“Itu semua harus dibuat aturannya dulu, seperti lewat Perda atau Perwal. Pemkot harus bertemu dulu dengan pihak dewan, jika memang sudah diputuskan baru bisa kita laksanakan,” terangnya.

Sedangkan untuk usulan penyediaan lapangan kerja dan lingkungan ramah penyandang disabilitas, dia menerangkan bahwa kondisi ini sudah diatur oleh Disnaker dan sedang dilaksanakan.

Menurutnya Disnaker sudah berusaha membuka kesempatan bagi kaum disabilitas dalam kesempatan kerja di kota Tangerang, Karena ini merupakan RKPD di tahun lalu. Begitu pun dengan infrastruktur nya

“Jadi bisa dilaksanakan di tahun ini tak perlu nunggu tahun 2027” tambahnya.

Begitu pun dengan permintaan forum anak dan remaja yang meminta ruang untuk kegiatan mereka, dia langsung mengamininya langsung setelah berkordinasi dengan dinas yang bersangkutan.

“Itu pihak Dindik nya sudah meng-anggukan kepala ya. Jadi sebentar lagi adik-adik bisa punya ruangan lagi untuk bertemu dan berdiskusi,” ucap dia pada acara usulan dilaksanakan. (Ivan)