Sabtu, 24 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
LAZNAS Yatim Mandiri Kota Tangerang Sukses Gelar OMATIQ 2026 Berkat Informasi Warga, Polisi Amankan Pria dan Sita Sabu di Kampung Dumpit Dugaan Penghianatan Sejarah Lasem dan Pencemaran Nama Baik, Tokoh Budaya Jatim Lapor Polisi Silaturahmi dengan PWI se-Tangerang Raya, Tardi Paparkan Inovasi Digital Kantah Kota Tangerang Festival Anak Sholeh 2026, Ketua PCNU Tangsel: Kita Bukan Sekadar Mencari Juara, tetapi Menyiapkan Generasi Pembangun Peradaban Bantu Percepatan Penurunan Stunting Babinsa Koramil 02/Batuceper Bagikan Susu Balita Kejari Kota Tangerang Tetapkan Mantan Dirut PT APK Tersangka Baru Korupsi Sewa Boeing 737-300, Kerugian Negara Rp4,9 Miliar Hari Santri 2026, Meriah Seremoninya, Pudar Jihadnya
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Artikel › Mahardhika Premium

Tokoh Agama di Punden Tapaan Lasem, Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra, Ayah Kanjeng Sunan Kalijaga ?

BAGIKAN ARTIKELTokoh Agama di Punden Tapaan Lasem, Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra, Ayah Kanjeng Sunan Kalijaga ?https://www.mahardhikanews.com/2024/11/13/tokoh-agama-di-punden-tapaan-lasem-eyang-mpu-guru-pangeran-santi-badra-ayah-kanjeng-sunan-kalijaga/
Tokoh Agama di Punden Tapaan Lasem, Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra, Ayah Kanjeng Sunan Kalijaga ?

MAHARDHIKAnews.com JAKARTA, — Sejarah merupakan sebuah peninggalan yang sangat berharga bagi negeri ini, karena dengan sejarah kita bisa mengenal dan mengetahui masa lalu kita, apa lagi dengan para tokoh.

MAHARDHIKAnews.com JAKARTA, — Sejarah merupakan sebuah peninggalan yang sangat berharga bagi negeri ini, karena dengan sejarah kita bisa mengenal dan mengetahui masa lalu kita, apa lagi dengan para tokoh.

Seperti halnya sejarah tokoh yang berada dan diperabukan di Punden Tapaan Lasem, dimana menurut keterangan, ada Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra yang merupakan ayah Kanjeng Sunan Kalijaga, yang disebut Pusaka-Pancer-Pemersatu Hwuning Me Whuningi.

Kubur Punden. Leluhur Kanung Argasoka yang tertua bernama Kie Seng dhang relik. Wafat 200 SM. Tokoh kedua bernama Eyang Hang Sam Badra, abu layon. wafat 425 Masehi.Yang ketiga Eyang Dewi Sie ba ha, Abu Layon, wafat 445 Masehi. Sedangkan yang ke empat Eyang Rangga Widyabadra Abu Layon, wafat 920 Masehi.

Untuk yang ke lima Eyang Mpu Guru Pangeran Santibadra abu layon. Wafat tahun 1527 Masehi di usia 95 tahun. Manuswa Badra-Santi Kota Lasem Rembang Jawa Tengah.

Harapan saya terutama PUDEN TAPAAN Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra bisa lebih dikenal oleh masyarakat Nasional dan dunia,juga turut menjaga serta merawat dan melestarikan nya.Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra adalah seorang pemuka ajaran Buddha/Buddhi/Budi yang masih mempertahankan esensi Ke-Jawa-An-Nya/Kenusantaraannya .Beliau adalah Ayah biologis dari Kanjeng Sunan Kalijaga.
Sebuah ajaran luhur para leluhur Nusantara yaitu ajaran hwuning, Buddhi/Budi kanung, Badra-Santi, dan kejawen yang patut di uri-uri, lestarikan dan dijalankan” ujar suhu Tjoeng atau Ki Panunggal Rasa saat di wawancarai di Yayasan beliau, Yayasan Boemi Saudara Sabangsa.

Puden Tapaan Eyang Pangeran Mpu Santi Badra berada di Dusun ngasinan, desa Waru gunung Pancur, kecamatan Lasem Kabupaten rembang jawa tengah.

Harapan kedepan Suhu Tjoeng(Ki Panunggal Rasa) inilah sejarah Nusantara yang sebenarnya dan jangan sampai ada oknum yang mengubah, membodohi, dan memecah belah masyarakat dengan narasi-narasi yang tidak baik dan tidak benar.

“Ingatlah selalu pesanku, Jowo-Jawi-Jawoto. Semua Mahkluk Hidup Berbahagia. Santi Santi Santi, Rahayu Rahayu Rahayu.Slamet Slamet Slamet,” tambah Suhu Tjoeng (Ki Panunggal Rasa). (Mustopa)