MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN, — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan peran strategis santri dalam pembangunan daerah dan masa depan bangsa. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembina Apel Hari Santri Nasional 2026.
MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN, — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan peran strategis santri dalam pembangunan daerah dan masa depan bangsa. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembina Apel Hari Santri Nasional 2026.
Dalam amanatnya, Pilar menyebut santri merupakan aset penting yang harus terus didukung oleh pemerintah daerah.
“Santri merupakan aset penting di masa depan. Pemerintah daerah harus selalu mendukung program-program yang ada di pondok pesantren supaya para santri bisa berkembang dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Pilar, dikutip dari rilis resmi Pemkot Tangerang Selatan.
Dorongan Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak
Lebih lanjut, Pilar mendorong para santri untuk tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia meminta santri untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menguasai teknologi, berinovasi, serta menjaga akhlak dan persatuan.
Menurutnya, tantangan zaman terus berubah, sehingga santri perlu membekali diri dengan kemampuan yang relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur pesantren.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat berbagai kompetisi kepesantrenan, termasuk lomba penulisan surat santri dan Sekolah Legislator Santri yang mendorong generasi pesantren untuk mengembangkan kemampuan literasi dan menyampaikan gagasan bagi kemajuan daerah.
Memperkuat Sinergi Pesantren dan Pemerintah Kota
Kegiatan Hari Santri Nasional 2026 di Tangsel ini menegaskan bahwa santri merupakan bagian integral dari masyarakat yang memiliki peran nyata dalam pembangunan Kota Tangerang Selatan.
Dengan bekal ilmu agama, pendidikan umum, dan akhlakul karimah, generasi pesantren diharapkan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial serta menjawab tantangan zaman.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pesantren. Kolaborasi berkelanjutan diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat.
Penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dan kepedulian santri terhadap masa depan daerahnya. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi pengingat bahwa aspirasi generasi muda, termasuk santri, layak mendapatkan ruang untuk didengar.
Dari pesantren, gagasan untuk kemajuan kota terus tumbuh. Melalui tulisan dan aspirasi yang disampaikan secara santun, para santri menunjukkan bahwa mereka bukan hanya bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga bagian penting dari masa depan Tangerang Selatan. (Ivan)



