Selasa, 27 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Ketua PCNU Tangsel: Resolusi Jihad Harus Menjadi Spirit Khidmah NU dan Gerakan Kemanusiaan Kirab Resolusi Jihad Keliling Tangsel, PCNU: Sejarah Tak Cukup Dikenang, Harus Dilanjutkan Ketum FBB H.Moch Soleh: Saya Tidak Ikhlas Pajak Rakyat Untuk Gaji Pejabat yang Suka Bikin Gaduh Junjung Sportivitas di HUT ke-67 Pemuda Pancasila, PAC Benda: Kami Cari Persaudaraan Bukan Sekadar Menang LAZNAS Yatim Mandiri Kota Tangerang Sukses Gelar OMATIQ 2026 Berkat Informasi Warga, Polisi Amankan Pria dan Sita Sabu di Kampung Dumpit Dugaan Penghianatan Sejarah Lasem dan Pencemaran Nama Baik, Tokoh Budaya Jatim Lapor Polisi Silaturahmi dengan PWI se-Tangerang Raya, Tardi Paparkan Inovasi Digital Kantah Kota Tangerang
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Kebudayaan › Mahardhika Premium

Ketua PCNU Tangsel: Resolusi Jihad Harus Menjadi Spirit Khidmah NU dan Gerakan Kemanusiaan

BAGIKAN ARTIKELKetua PCNU Tangsel: Resolusi Jihad Harus Menjadi Spirit Khidmah NU dan Gerakan Kemanusiaanhttps://www.mahardhikanews.com/2026/10/27/ketua-pcnu-tangsel-resolusi-jihad-harus-menjadi-spirit-khidmah-nu-dan-gerakan-kemanusiaan/
Ketua PCNU Tangsel: Resolusi Jihad Harus Menjadi Spirit Khidmah NU dan Gerakan Kemanusiaan

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN, — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan menggelar Refleksi Resolusi Jihad 1945 yang dirangkai dengan istighotsah, sholawat, dan doa bersama untuk Palestina di Graha Aswaja NU 2, Pondok Aren, Senin (26/10/2026) malam.

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN, — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan menggelar Refleksi Resolusi Jihad 1945 yang dirangkai dengan istighotsah, sholawat, dan doa bersama untuk Palestina di Graha Aswaja NU 2, Pondok Aren, Senin (26/10/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri ratusan jamaah tersebut menjadi puncak rangkaian Semarak Hari Santri Nasional 2026, sekaligus momentum meneguhkan kembali semangat perjuangan para ulama sebagai landasan pengabdian NU kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan, KH Abdullah Mas’ud, menegaskan bahwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan warisan nilai perjuangan yang harus terus dihidupkan dalam gerakan khidmah Nahdlatul Ulama.

“Resolusi Jihad adalah pusaka perjuangan kita. Dahulu para ulama dan santri terpanggil mempertahankan kemerdekaan. Hari ini semangat yang sama harus menggerakkan kita untuk melawan kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan, dan ketidakadilan melalui khidmah nyata kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan zaman menuntut transformasi semangat Resolusi Jihad menjadi Resolusi Peradaban, yakni perjuangan membangun kualitas kehidupan umat melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, kemandirian ekonomi, penguatan kelembagaan, serta kepedulian sosial dan kemanusiaan.

“Santri hari ini tidak lagi menghadapi medan perjuangan fisik seperti tahun 1945. Medan perjuangan kita adalah membangun peradaban. Karena itu, NU tidak cukup hanya besar jumlah jamaahnya, tetapi harus besar manfaat dan dampaknya bagi masyarakat,” ungkap Abdullah.

Ia menekankan bahwa semangat Resolusi Jihad harus menjadi energi moral bagi seluruh pengurus PCNU Tangsel Masa Khidmat 2026–2031 untuk membangun organisasi yang profesional, produktif, mandiri, dan berdampak.

“Menghormati perjuangan para ulama tidak cukup dengan mengenang sejarah atau mengirabkan naskah Resolusi Jihad. Penghormatan terbaik adalah meneruskan cita-cita mereka melalui pelayanan umat, pemberdayaan jamaah, dan kerja nyata yang menghadirkan kemaslahatan,” ujarnya.

Refleksi tersebut juga diisi dengan istighotsah, sholawat, dan doa bersama untuk Palestina sebagai wujud solidaritas terhadap penderitaan masyarakat sipil akibat konflik berkepanjangan.

Abdullah menegaskan bahwa nilai perjuangan Resolusi Jihad mengandung pesan universal tentang keberanian membela kemerdekaan, keadilan, dan martabat manusia. Karena itu, kepedulian terhadap Palestina merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kemanusiaan.

“Dari Tangerang Selatan, kita kirimkan doa dan solidaritas untuk saudara-saudara kita di Palestina. Kita mungkin tidak mampu menghentikan seluruh penderitaan mereka, tetapi kita tidak boleh kehilangan kepedulian. Doa harus menggerakkan hati untuk membantu, dan solidaritas harus diwujudkan dalam aksi kemanusiaan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia H. Asmawi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penutup seluruh rangkaian Semarak Hari Santri Nasional 2026. Pada kesempatan itu juga diserahkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para pemenang berbagai perlombaan yang diikuti peserta mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan istighotsah, sholawat, dan doa bersama untuk Palestina yang dipimpin KH Husnul Aqib Amin, Katib Syuriyah PWNU Banten.

Menutup sambutannya, Abdullah mengajak seluruh pengurus dan warga NU menjadikan Resolusi Jihad sebagai sumber kekuatan spiritual, moral, dan sosial dalam melanjutkan perjuangan para ulama.

“Dari Graha Aswaja ini kita teguhkan satu tekad: Resolusi Jihad tidak boleh berhenti sebagai ingatan sejarah. Ia harus hidup dalam setiap gerakan khidmah NU, dalam setiap ikhtiar memberdayakan umat, dan dalam setiap kepedulian membela kemanusiaan. Dari Resolusi Jihad menuju Resolusi Peradaban!” pungkasnya. (Ivan)