April 20, 2026

Pemkab Karawang Mulai Cairkan Insentif Guru Ngaji Dan Marbot

IMG-20260313-WA0108
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Pemerintah Kabupaten Karawang mulai menyalurkan bantuan insentif bagi para penggiat keagamaan, mulai dari guru ngaji, guru MI, guru DTA, guru MTS, amil dan marbot.

Program ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap peran mereka dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE., menyampaikan bahwa total anggaran insentif yang disiapkan pemerintah daerah mencapai Rp 25,6 miliar. Bantuan tersebut akan diberikan kepada 19.091 penerima yang tersebar di 30 kecamatan di wilayah Kabupaten Karawang.

Menurutnya, proses bantuan saat ini sudah mulai berjalan di sejumlah kecamatan. Hingga kini, setidaknya sudah 10 kecamatan yang sudah menerima penyaluran insentif, diantaranya: Jatisari, Cikampek, Kotabaru, Tirtamulya, Purwasari, Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Lemahabang, dan Tempuran.

“Alhamdulillah, pembagian insentif guru ngaji, guru MI, guru DTA, guru MTS, amil, dan marbot sedang berlangsung pencairannya di 30 kecamatan,’ ujar H. Aep dalam keterangannya, Jumat (13/3).

Ia menambahkan, distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Targetnya seluruh penyaluran di 20 kecamatan lainnya dapat rampung pada Selasa, 17 Maret 2026.

H. Aep mengatakan, program ini merupakan salah satu wujud kepedulian sekaligus penghargaan pemerintah daerah kepada para tokoh dan pengabdi keagamaan yang selama ini berperan penting dalam membimbing nilai-nilai keagamaan di masyarakat.

Mereka semua dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter dan moral masyarakat melalui pendidikan agama serta menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

“Ini merupakan wujud cinta dan apresiasi kami dari Pemerintah Kabupaten Karawang atas dedikasi seluruh guru ngaji, amil, dan marbot, serta para pengabdi umat yang selama ini membimbing dan mendidik masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan,” kata H. Aep.

Ia berharap bantuan insentif tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para pengabdi umat, untuk terus menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan.

“Bismillah, semoga bantuan ini bisa membawa keberkahan dan semakin menambah semangat para pengabdi umat dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat,” pungkasnya. (D-Hunter)