Senin, 26 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Junjung Sportivitas di HUT ke-67 Pemuda Pancasila, PAC Benda: Kami Cari Persaudaraan Bukan Sekadar Menang LAZNAS Yatim Mandiri Kota Tangerang Sukses Gelar OMATIQ 2026 Berkat Informasi Warga, Polisi Amankan Pria dan Sita Sabu di Kampung Dumpit Dugaan Penghianatan Sejarah Lasem dan Pencemaran Nama Baik, Tokoh Budaya Jatim Lapor Polisi Silaturahmi dengan PWI se-Tangerang Raya, Tardi Paparkan Inovasi Digital Kantah Kota Tangerang Festival Anak Sholeh 2026, Ketua PCNU Tangsel: Kita Bukan Sekadar Mencari Juara, tetapi Menyiapkan Generasi Pembangun Peradaban Bantu Percepatan Penurunan Stunting Babinsa Koramil 02/Batuceper Bagikan Susu Balita Kejari Kota Tangerang Tetapkan Mantan Dirut PT APK Tersangka Baru Korupsi Sewa Boeing 737-300, Kerugian Negara Rp4,9 Miliar
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Sosial › Mahardhika Premium

Drainase RS Sitanala Diduga Tak Berfungsi, Warga Minta Direktur RS Bertanggung Jawab

BAGIKAN ARTIKELDrainase RS Sitanala Diduga Tak Berfungsi, Warga Minta Direktur RS Bertanggung Jawabhttps://www.mahardhikanews.com/2025/12/04/drainase-rs-sitanala-diduga-tak-berfungsi-warga-minta-direktur-rs-bertanggung-jawab/
Drainase RS Sitanala Diduga Tak Berfungsi, Warga Minta Direktur RS Bertanggung Jawab

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG, – Hujan singkat yang mengguyur Kota Tangerang pada Rabu (03/12/2025) meninggalkan dampak serius bagi warga RT 01 RW 12, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari kota Tangerang. Alih-alih mengalir ke saluran IPAL maupun hilir drainase Rumah Sakit (RS) Sitanala, air hujan justru meluap dan menggenangi permukiman warga hingga mencapai ketinggian sekitar 30 cm.

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG, – Hujan singkat yang mengguyur Kota Tangerang pada Rabu (03/12/2025) meninggalkan dampak serius bagi warga RT 01 RW 12, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari kota Tangerang. Alih-alih mengalir ke saluran IPAL maupun hilir drainase Rumah Sakit (RS) Sitanala, air hujan justru meluap dan menggenangi permukiman warga hingga mencapai ketinggian sekitar 30 cm.

Diduga kuat, luapan air berasal dari area belakang RS Sitanala yang langsung mengalir menuju permukiman. Kondisi itu membuat warga terpaksa menutup aliran air dari pintu belakang rumah sakit menggunakan karung berisi pasir untuk menahan limpasan agar tidak semakin masuk ke rumah mereka.

Warga mengaku cemas. Selain berpotensi menimbulkan penyakit, banjir tersebut juga merusak sejumlah barang elektronik milik warga.

“Kami meminta RS Sitanala segera memperbaiki sistem drainasenya dan bertanggung jawab atas kerugian warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang ikut mendampingi warga bersama RT, RW, aktivis, dan perwakilan masyarakat lainnya.

Dua aktivis lokal pun angkat suara melihat persoalan tersebut.
Tedy, Sekretaris Jenderal PROGIB Kota Tangerang, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada Direktur RS Sitanala.
“Atas kejadian kemarin, kami bersama beberapa aktivis dan tokoh masyarakat akan segera melayangkan surat kepada Direktur RS Sitanala,” tegasnya.

Sementara itu, aktivis senior Saiman, Ketua Umum LSM Rembuk, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap remeh. Ia menyoroti dugaan adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan drainase.

“Ini sudah jelas berkaitan dengan kewajiban rumah sakit menjaga keamanan lingkungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Selain itu, jika kelalaian tersebut membahayakan keamanan umum, terdapat ketentuan dalam pasal 187 KUHP yang dapat menjadi rujukan. Direktur RS Sitanala seharusnya segera bertanggung jawab dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Sitanala belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan drainase yang tidak berfungsi dengan baik maupun tuntutan warga.

(Jun/Tim)