Jumat, 30 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
2 Residivis Curanmor Beraksi 7 Kali di Tangerang dan Jakbar Dibekuk, Polisi Sita 2 Motor & Kunci T di Teluknaga Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., Menerima KNPI Award 2026 PWI dan ORADO Kota Tangerang Gelar Literasi Domino, Ubah Stigma Judi Jadi Olahraga Prestasi Perda Pesantren Tangsel: Saatnya Beralih dari Regulasi ke Implementasi Nyata Gandeng UIN Jakarta Tingkatkan Mutu Pendidikan, PCNU Tangsel Soroti Diskriminasi Madrasah Wakil Wali Kota Tangsel Tekankan Peran Strategis Santri Sebagai Aset Masa Depan Bangsa Kajari Kota Tangerang Kunjungi PWI, Perkuat Sinergi Pers dan Penegakan Hukum Kepala BNN Kota Tangerang Kunjungi Lapas Pemuda, Perkuat Pembinaan Warga Binaan Kasus Narkotika
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Hukum › Mahardhika Premium

Proyek Reservoir Rajeg Tak Jua Dikerjakan, Perumdam TKR Tampik Sudah Cairkan Pembayaran 20 Persen

BAGIKAN ARTIKELProyek Reservoir Rajeg Tak Jua Dikerjakan, Perumdam TKR Tampik Sudah Cairkan Pembayaran 20 Persenhttps://www.mahardhikanews.com/2024/09/27/proyek-reservoir-rajeg-tak-jua-dikerjakan-perumdam-tkr-tampik-sudah-cairkan-pembayaran-20-persen/
Proyek Reservoir Rajeg Tak Jua Dikerjakan, Perumdam TKR Tampik Sudah Cairkan Pembayaran 20 Persen

MAHARDHIKAnews.com KAB. TANGERANG, — Perumdam Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang menargetkan pembangunan Reservoir Rajeg Kapasitas 4.000 m3 yang di menangkan oleh PT. Tiga Delapan Adam Internasional dengan Nilai Hasil Negosiasi Rp. 40.530.698.730.00., (Empat puluh Milyar Lima Ratus Tiga Puluh Juta, Enam Ratus Sembilang Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh).

MAHARDHIKAnews.com KAB. TANGERANG, — Perumdam Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang menargetkan pembangunan Reservoir Rajeg Kapasitas 4.000 m3 yang di menangkan oleh PT. Tiga Delapan Adam Internasional dengan Nilai Hasil Negosiasi Rp. 40.530.698.730.00., (Empat puluh Milyar Lima Ratus Tiga Puluh Juta, Enam Ratus Sembilang Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh).

Namun dari mulai ditandatangani hingga sampai saat ini, kegiatan belum jua di laksanakan hingga menuai kontroversi dan kini jadi sorotan publik, media dan masyarakat kabupaten Tangerang  jum’at, (26/09).

Karena, ditinjau dari pelaksanaan tender sampai ditandatangani kontrak kerja antara Perumdam TKR dengan manajemen PT. Tiga Delapan Adam Internasional, yang mana menurut aturan ketika telah ditandatangani nya kontrak kerja antar kedua belah pihak, seharusnya sudah di mulai.

Pantauan media dilapangan sampai saat ini September 2024, kegiatan tersebut masih belum ada sama sekali pekerjaan. Padahal perencanaan ini sudah cukup matang.

Terlihat di website resmi perumdamtkr.com saat menggelar sosialisasi di Kecamatan Pasar Kemis. Acara yang ini di hadiri oleh Direktur Teknik Perumdam TKR Yadi Trevijadi, kepala sub. Direktorat (kasubdit) Pengamanan Pembangunan Infrastruktur Kawan dan Sektor Strategis Kejaksaan Agung Republik Indonesia (kejagung RI) Prihatin, S.H., Direktur PT. Tiga Delapan Adam Internasional Muhamad Herman Flohr.

Mengenai hal ini, Kabid Humas TKR saat dikonfirmasi di ruang kantornya terkait pembangunan Reservoir Rajeg menjelaskan bahwa pekerjaan belum di laksanakan.

“Masih ada kendala di ijin Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG) belum selesai nantinya juga di kerjaan. Terkait pembayaran yang 20℅ sama sekali belum ada silahkan di cek saja ke bendahara,” ujar ari kabid humas TKR.

Ajang Rohyana, SH., selaku aktivis pemerhati Lingkungan dan Pembangunan Infrastruktur, turut serta menanggapi persoalan instalasi pemasangan dan penampungan, Perusahaan Milik Daerah Kabupaten Tangerang. Il

Dia mengungkapkan kinerja para pejabat khususnya TKR sangat memprihatinkan. Ini dilihat dengan adanya Kegiatan Proyek yang sudah seharusnya rampung tapi belum dimulai dengan alasan yang tidak logis menurut akal manusia.

“Masih belum dimulai atau tidak jelas pembangunan reservoir Rajeg, diduga menjadi ajang kesempatan bagi para mafia proyek untuk menikmati anggaran tersebut tanpa terdeteksi oleh APH,” ucap Ajang.

Wasekjen LSM Rembuk Tedy melihat hal ini seolah-olah Direktur Utama PDAM Tirta kerta Raharja Kabupaten Tangerang tutup mata, sedangkan dana yang di keluarkan dari perencanaan, pembuatan gambar, tender dan sampai adanya tanda tangan kontrak, telah mengeluarkan anggaran yang signifikan besar, serta adanya dugaan pencarian dana setelah tanda tangan kontrak sebesar 20% telah  digelontorkan kepada pemenang tender tersebut.

Dengan melihat dari mulainya tender sampai dengan penandatanganan kontrak, serta melihat besarnya anggaran yang dikeluarkan, Ajang menilai dengan jelas, kemungkinan proyek reservoir ini sudah rampung atau maksimal sudah mencapai 70 %.

“Dirut Perumdam TKR seharusnya mengevaluasi kinerja jajarannya. Mulai dari Dirtek sampai bagian perencanaan, sebab kegiatan pembuatan reservoir yang sudah di menangkan PT Tiga. Delapan Adam Internasional dari 9 bulan lalu sudah seharusnya hampir rampung, namun kenyataan dilapangan belum ada satu apapun yang dimulai ditempat yang direncanakan kegiatan proyek tersebut,” jelasnya.

“jika memang, belum ada kesiapan yang matang kenapa sudah dilaksanakan tender, kami berharap Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan untuk mengungkap apa yang telah terjadi dengan kegiatan Resevoir Rajeg tersebut, seperti kita ketahui sendiri kegiatan tersebut menelan anggaran sekitar 40 Milyar” tegas Tedy, Wasekjend LSM REMBUK. (Jun/Tim)