Sang Penyejuk Jiwa Itu Kembali Kepangkuan Sang Maha Kuasa, Selamat Jalan Habib Hasan Bin Ja’far Asssegaf
MAHARDHIKAnews.com JAKARTA, — Kabar duka itu begitu tiba-tiba datangnya. Kabar ini membuat para pecintanya seolah tak percaya, karena baru beberapa jam saja mereka bersamanya dalam nuansa religius di hari Selasa malam Rabu 12 Maret 2024 dalam pembacaan maulid Burdah. Namun di hari Rabu (13/03) beliau dikabarkan menghadap sang Illahi, Allah Azza Wajalla.
Adalah Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf yang merupakan pimpinan majelis Taklim Nurul Mustofa, (47) tahun dikabarkan wafat selepas sholat dhuha pada Rabu (13/03). Kabar duka ini disampaikan oleh Habib Abdullah dalam akun Instagram Habib Hasan dengan hastag, hasan_jafar_umar_assegaf.
Dalam video tersebut habib Abdullah mengatakan, ‘ Inna Lillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Al Jahid fi Sabilillah, Akhinal Mahbub Habib Hasan Bin Umar Bin Ja’far Assegaf tafi pagi telah meninggal dunia selepas sholat dhuha, jam 9.01 WIB” ujarnya.
Habib Abdullah juga menginformasikan pada para murid dan para pecinta yang mau takziah, bahwa jenazah ada di masjid Nurul Mustofa centre dan akan di makamkan pada Kamis (13/03) ba’da sholat dhuhur di bawah kaki makam bunda beliau Al mahbubah Fatmah di Masjid Nurul Mustofa Cilodong Depok.

“Sekali lagi saya informasikan bahwa saya dari keluarga besar Nurul Mustofa pada para murid dan pecinta bahwa habib Hasan telah meninggal dunia, semoga beliau ditempatkan disisi yang layak di sisi baginda Rasulullah saw” tutupnya.
Kabar ini pun dengan cepat menyebar ke segenap akun medsos para pecintanya. Beberapa orang mengaku merasa tak percaya dengan kabar ini namun kenyataan inilah yang harus mereka terima dengan ikhlas melepas kepergian guru tercinta.
Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf memang memiliki puluhan ribu pencinta dalam taklimnya. Tak heran setiap taklim yang digelarnya dihadiri oleh ribuan warga pecinta sholawat.
Dakwahnya yang santun dan mengena bagi kalangan kaum muda memang menjadi kekuatan dalam menarik kawula muda untuk datang ke majelis taklim ‘jalanan’ yang sering digelarnya.
Lagu-lagu sholawatnya sangat populer dikalangan para pecinta nabi Muhammad SAW. Dalam dakwahnya juga beliau selalu mengajarkan untuk cinta pada tanah air. Itu makanya selalu ada lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan secara bersama-sama sebelum beliau menutup majelis yang diadakannya saat tampil di luar ruangan. (Ivan)






