April 26, 2026

Viral Ditemukannya 5 Mayat di Unpri Medan, Polda Sumut Turunkan Tim Inafis

IMG_20231214_120059
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com MEDAN, — Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan, menyebut lima mayat yang ditemukan di lantai 15 salah satu gedung kampus bukan korban pembunuhan melainkan kadaver yang digunakan untuk kepentingan pendidikan kedokteran. Kadaver adalah jenazah yang biasa digunakan mahasiswa kedokteran untuk praktikum anatomi.

Sebelumnya sebuah video yang memperlihat beberapa mayat terendam di sebuah bak air viral di media sosial sehingga memicu kehebohan dan membuat kepolisian menggeledah kampus.

Dokter Spesialis Patologi Forensik di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Ade Firmansyah, menjelaskan keberadaan kadaver adalah hal yang wajar di fakultas kedokteran.

Akan tetapi ada syarat untuk kadaver bisa digunakan sebagai medium pembelajaran anatomi, kata Ketua Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Sasanthy Kusumaningtyas.

Polisi menunjukkan awal mula lokasi penemuan mayat dalam bak air di Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan.

Sebuah video berdurasi 15 detik yang merekam sosok yang diduga mayat terendam dalam bak air viral di media sosial.

Lokasi penemuan mayat itu disebut dalam video adalah Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan, Sumatra Utara.

Pada Senin (11/12) malam, kepolisian dari Polrestabes Medan mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran video tersebut.

Akan tetapi, dilaporkan bahwa anggota polisi telah dihalangi untuk masuk oleh pihak kampus.

“Pihak kampus Unpri tidak kooperatif karena sempat menolak pada saat kita mau lakukan olah TKP,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, Senin (11/12) malam.

Meski ditolak, polisi tetap masuk ke dalam gedung dan langsung menuju lokasi tempat diduga mayat tersebut ditemukan, namun keberadaan bak air di lantai 9 gedung sudah tidak ada.

Polisi lantas menyisir beberapa ruangan lain hanya saja kondisinya terkunci.

Hingga pada Rabu (13/12) Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir, mengatakan pihaknya menemukan lima jasad tanpa identitas di lantai 15 Unpri.

“Kelimanya terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan,” kata dia.

Penemuan lima mayat itu bermula dari penggeledahan dari lantai 9 sampai lantai 16. Saat tiba di lantai 15, polisi curiga dengan satu ruangan dengan bak semen dalam kondisi tertutup di sudut ruangan.

Ketika dibuka bak tersebut, polisi menemukan lima jenazah dalam kondisi ditumpuk. Kondisinya pun sudah keriput dan terdapat sedikit cairan bening.

“Kami temukan di paling sudut ruangan mayatnya, tempatnya tidak layak,” jelas Fathir.

Sampai sekarang polisi masih menunggu keterangan dari pihak kampus soal keberadaan mayat itu terkait dari mana, identitasnya dan mengapa ada di dalam kampus.

Dilansir dari BBC News, pihak Unpri melalui Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia, Kolonel (Purn) Drg. Susanto, menyebut lima mayat yang ditemukan polisi tersebut bukan korban pembunuhan di kampusnya.

Kalaupun terjadi tindak pembunuhan di lingkungan kampus, maka ia sebagai salah satu pimpinan yang pertama akan melaporkan tindak pidana tersebut kepada pihak yang berwajib, katanya.

“Saya salah satu pimpinan universitas menyatakan tidak ada kasus pembunuhan di lingkungan Unpri seperti yang diisukan,” ujarnya dalam video YouTube PRIMTV pada Rabu (13/12).

Dia kemudian menjelaskan bahwa lima mayat tersebut merupakan kadaver atau tubuh manusia yang diawetkan sebagai media belajar di laboratorium anatomi.

Yang mana laboratorium anatomi Fakultas Kedokteran Unpri Medan memiliki lima kadaver: 1 perempuan dan 4 laki-laki.

“Kadaver tersebut telah diadakan oleh Rektor terdahulu Prof Jakobus Tarigan pada tahun 2005,” jelasnya.

Namun demikian, ia tidak menjelaskan identitas dari kelima kadaver tersebut, termasuk dari mana diperoleh.

Yang pasti klaimnya, setiap fakultas kedokteran di Indonesia memiliki kadaver sebagai media pembelajaran dan peraturan tentang cadaver telah diatur di undang-undang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, berkata polisi telah mengerahkan tim dari laboratorium forensik dan dan Inafis untuk mengusut temuan mayat itu. (Ivan)