Sabtu, 24 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
LAZNAS Yatim Mandiri Kota Tangerang Sukses Gelar OMATIQ 2026 Berkat Informasi Warga, Polisi Amankan Pria dan Sita Sabu di Kampung Dumpit Dugaan Penghianatan Sejarah Lasem dan Pencemaran Nama Baik, Tokoh Budaya Jatim Lapor Polisi Silaturahmi dengan PWI se-Tangerang Raya, Tardi Paparkan Inovasi Digital Kantah Kota Tangerang Festival Anak Sholeh 2026, Ketua PCNU Tangsel: Kita Bukan Sekadar Mencari Juara, tetapi Menyiapkan Generasi Pembangun Peradaban Bantu Percepatan Penurunan Stunting Babinsa Koramil 02/Batuceper Bagikan Susu Balita Kejari Kota Tangerang Tetapkan Mantan Dirut PT APK Tersangka Baru Korupsi Sewa Boeing 737-300, Kerugian Negara Rp4,9 Miliar Hari Santri 2026, Meriah Seremoninya, Pudar Jihadnya
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Sosial › Mahardhika Premium

Betonisasi Diduga Tak Sesuai RAB, Kontraktor Pelaksana Malah Jumawa

BAGIKAN ARTIKELBetonisasi Diduga Tak Sesuai RAB, Kontraktor Pelaksana Malah Jumawahttps://www.mahardhikanews.com/2023/07/07/betonisasi-diduga-tak-sesuai-rab-kontraktor-pelaksana-malah-jumawa/
Betonisasi Diduga Tak Sesuai RAB, Kontraktor Pelaksana Malah Jumawa

MAHARDHIKAnews.com KABUPATEN TANGERANG, – Dugaan Proyek Betonisasi yang dalam pelaksanaannya melenceng jauh dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan asal jadi, diwilayah Perumahan Bonana Permai Suka Asih Wilayah Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang – Banten, Hari Minggu (02/07/2023) kembali terjadi.

MAHARDHIKAnews.com KABUPATEN TANGERANG, – Dugaan Proyek Betonisasi yang dalam pelaksanaannya melenceng jauh dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan asal jadi, diwilayah Perumahan Bonana Permai Suka Asih Wilayah Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang – Banten, Hari Minggu (02/07/2023) kembali terjadi.

Hal ini berdasarkan hasil temuan Jurnalis yang terdapat di lokasi. Proyek yang bersumber dari pelaksanaan kegiatan Aspirasi Dewan dari Fraksi PDIP Ibu Lisiawati Lase tidak sesuai spesifikasi ternyata tidak sesuai RAB.

Tentu saja hal ini sangat merugikan pemerintah daerah (Pemda) dan rakyat selaku pengguna jalan ini, karena jelas anggaran proyek ini bersumber dari APBD, yang di ambil dari hasil pajak masyarakat.

Spesifikasi teknis sesuai (RAB) Rancangan Anggaran Belanja, yang semestinya ketebalan 15cm, namun dari hasil dari hanya ada yang 10 cm dan 9 cm. Itupun papan bakisting gantung 4 cm, berarti dari 9 cm dan 10 cm berkurang 4 cm hingga berkisar 5 cm dan 6 cm.

Jika dihitung panjang kali lebar kali ketebalan, tentu sudah bisa kita hitung berapa kubik yang tidak tertuang dan hilang begitu saja.

AN salah seorang warga pada awak media mengatakan bahwa dirinya sudah mengukur tinggi jalan ini.

“Ini pak pas didepan rumah saya, saya ukur pake meteran dan tarik benang cuma 5cm” ungkapnya.

Saat di konfirmasi oleh Jurnalis, salah satu pelaksana yang berinisial MT bukannya menjelaskan malah bertindak jumawa. Dengan nada arogan MT marah-marah.

“Maksudnya apa pake lapor ke bu dewan, Asal loh tahu gua nggak mengurangi Volume malah gw lebihin 10 meter, luh sekarang dimana gus (jurnalis) gue samperin luh” ucap MT lewat kontak WhatsApp dengan suara tinggi.

Arogansi seorang Pemborong yang sudah jelas ditunjukan ke awak media yg mengkonfirmasi, ada kesan intimidasi yg dilakukan oleh seorang pemborong ketika pekerjaannya di kritik oleh media.

Sementara itu, Lisiawati Lase anggota dewan Komisi II dari fraksi PDIP selaku penampung aspirasi dari masyarakat dalam hal pembangunan betonisasi jalan ini, yang mana selaku yang menunjuk langsung
Pihak kontraktor menyatakan terima kasihny atas info ini.

“Ya pak terima kasih sudah di infoin” ujarnya.

Tak lama waktu berselang Ia pun kembali menghubungi jurnalis lewat chat whatsapp dan menyampaikan dirinya sudah memberikan teguran.

“Saya sudah hubungi pelaksananya dan beri teguran” tegas ibu Lisiawati Lase. (Ngkong)