Selasa, 06 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Wali Kota Tangerang Silaturahmi ke Kodim 0506/Tgr, Sampaikan Ucapan HUT TNI ke-81 Momen Hangat HUT TNI ke-81, Polres Metro Tangerang Kota Bawa Tumpeng dan Kue ke Kodim 0506 Skandal Lapas Mewah Bogor, Kalapas Dipecat – Wildan Ansori Nasution Soroti Lemahnya Pengawasan Momen Hangat HUT TNI ke-81, Polres Metro Tangerang Kota Bawa Tumpeng dan Kue ke Kodim 0506 Viral di Medsos, Polisi Tangkap Joki Aksi Kejahatan Jalanan yang Rampas Motor Pelajar di Karawaci FK MANTAP Kukuhkan DPAC Cipondoh, Pahmuddin Batubara Siap Nahkodai, Perkuat Persaudaraan dan Sinergi Masyarakat MUSKER 2026-2031, PCNU Kota Tangerang Bidik Penguatan Organisasi dan Ekonomi Ribuan Warga Hadiri Syukuran Kemenangan H. Riki Pratama Sebagai Kades Wangunharja
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Polhukam › Mahardhika Premium

Skandal Lapas Mewah Bogor, Kalapas Dipecat – Wildan Ansori Nasution Soroti Lemahnya Pengawasan

BAGIKAN ARTIKELSkandal Lapas Mewah Bogor, Kalapas Dipecat – Wildan Ansori Nasution Soroti Lemahnya Pengawasanhttps://www.mahardhikanews.com/2026/10/06/skandal-lapas-mewah-bogor-kalapas-dipecat-wildan-ansori-nasution-soroti-lemahnya-pengawasan/
Skandal Lapas Mewah Bogor, Kalapas Dipecat – Wildan Ansori Nasution Soroti Lemahnya Pengawasan

MAHARFHIKAnews.com JAKARTA, – Pemecatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) akibat terungkapnya fasilitas mewah di dalam Lapas mendapat perhatian kritis dari Praktisi Hukum, Advokat Wildan Ansori Nasution, S.H., M.H.

MAHARFHIKAnews.com JAKARTA, – Pemecatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) akibat terungkapnya fasilitas mewah di dalam Lapas mendapat perhatian kritis dari Praktisi Hukum, Advokat Wildan Ansori Nasution, S.H., M.H.

Menurut Wildan, pemecatan tersebut perlu dilihat bukan hanya sebagai bentuk sanksi terhadap pejabat yang bertanggung jawab, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan evaluasi total dan menyeluruh terhadap sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan.

“Pemecatan Kalapas harus menjadi momentum evaluasi total sistem pemasyarakatan. Jangan sampai persoalan fasilitas mewah hanya berhenti pada pergantian pejabat atau pemecatan saja, tetapi tidak menyentuh atau memutus akar persoalan, termasuk pengawasan dan potensi perlakuan istimewa terhadap warga binaan,” ujar Wildan.

Wildan menilai, lembaga pemasyarakatan seharusnya menerapkan prinsip perlakuan yang manusiawi, adil, dan tidak diskriminatif. Setiap warga binaan di lapas harus mendapatkan perlakuan sesuai dengan ketentuan hukum, bukan berdasarkan kemampuan ekonomi, finansial atau status jabatan maupun sosial tertentu.

Selain itu, pengelolaan lapas harus dilaksanakan dengan prinsip non-diskriminasi, akuntabilitas dan pengawasan yang baik.

Menurut Wildan perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui bagaimana fasilitas tersebut dapat muncul dan siapa saja yang terlibat dalam penyediaan fasilitas tersebut.

“Kalau memang ditemukan adanya perlakuan khusus atau fasilitas yang tidak semestinya, harus ada pemeriksaan atau evaluasi total yang transparan,” imbuhnya.

“Jangan hanya melihat siapa yang duduk sebagai Kepala Lapas, tetapi juga bagaimana sistem pengawasan harus berjalan secara efektif dan menekankan prinsip asas non-diskriminasi sebagaimana diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan,” tegasnya.

Wildan berharap kasus tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan agar pengawasan di seluruh lapas diperkuat dan tidak terjadi lagi praktik yang menimbulkan persepsi adanya “lapas kelas khusus bagi warga binaan tertentu”. (Ivan)