MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, – Di tengah persoalan kabut asap yang kembali menjadi sorotan, pesan lama Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus 11 tahun lalu kembali relevan.
MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, – Di tengah persoalan kabut asap yang kembali menjadi sorotan, pesan lama Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus 11 tahun lalu kembali relevan.
Tepat di Hari Santri 11 tahun silam, Gus Mus secara terbuka meminta warga Nahdliyin, khususnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), untuk tidak diam dan mendesak pemerintah bertindak.
Tiga desakan utama Gus Mus kala itu adalah:
1). Pemerintah harus segera mengatasi persoalan asap dari pembakaran hutan yang telah membuat rakyat menderita dan merugikan negara.
2). Menghukum berat para pengusaha pelaku pembakaran hutan. Gus Mus juga mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah memberikan izin kepada pengusaha yang hanya mencari keuntungan pribadi.
3). Membuat peta geografis yang jelas sebagai pegangan dalam pemberian izin eksploitasi kekayaan alam, agar pengusaha serakah tidak lagi merugikan rakyat.
“Karena aku santri, maka aku pun menyerukan ini kepada Pemerintah,” tulis Gus Mus dalam pesan tersebut.
Pesan yang ditulis dengan gaya khas Gus Mus yang lugas itu ditutup dengan ajakan untuk membagikan status tersebut tanpa perlu izin. (Ivan)



