Kamis, 22 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Hari Santri 2026, Meriah Seremoninya, Pudar Jihadnya BPPKB Banten DPAC Pinang Gelar Tasyakuran dan Santuni Anak Yatim, Teguhkan Solidaritas dan Kepedulian Sosial Jejak Pesan Gus Mus di Hari Santri: Seruan untuk PBNU Soal Asap dan Hutan Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Mengapresiasi Kinerja Disnaker Dalam Program 3G Wakil Walikota Tangsel Pimpin Seribu Santri dalam Apel Hari Santri 2026 Taiwan Excellence Ajak Konsumen Indonesia Kenali Inovasi Teknologi Taiwan Polemik Retribusi Sampah Duta Garden, Kejari Kota Tangerang Diminta Jangan Tutup Mata Ulama Shirathal Mustaqim: Teladan Istiqamah dalam Dakwah, Kemandirian dan Kebangsaan
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Artikel › Mahardhika Premium

Jejak Pesan Gus Mus di Hari Santri: Seruan untuk PBNU Soal Asap dan Hutan

BAGIKAN ARTIKELJejak Pesan Gus Mus di Hari Santri: Seruan untuk PBNU Soal Asap dan Hutanhttps://www.mahardhikanews.com/2026/10/22/jejak-pesan-gus-mus-di-hari-santri-seruan-untuk-pbnu-soal-asap-dan-hutan/
Jejak Pesan Gus Mus di Hari Santri: Seruan untuk PBNU Soal Asap dan Hutan

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, – Di tengah persoalan kabut asap yang kembali menjadi sorotan, pesan lama Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus 11 tahun lalu kembali relevan.

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, – Di tengah persoalan kabut asap yang kembali menjadi sorotan, pesan lama Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus 11 tahun lalu kembali relevan.

Tepat di Hari Santri 11 tahun silam, Gus Mus secara terbuka meminta warga Nahdliyin, khususnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), untuk tidak diam dan mendesak pemerintah bertindak.

Tiga desakan utama Gus Mus kala itu adalah:

1). Pemerintah harus segera mengatasi persoalan asap dari pembakaran hutan yang telah membuat rakyat menderita dan merugikan negara.

2). Menghukum berat para pengusaha pelaku pembakaran hutan. Gus Mus juga mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah memberikan izin kepada pengusaha yang hanya mencari keuntungan pribadi.

3). Membuat peta geografis yang jelas sebagai pegangan dalam pemberian izin eksploitasi kekayaan alam, agar pengusaha serakah tidak lagi merugikan rakyat.

“Karena aku santri, maka aku pun menyerukan ini kepada Pemerintah,” tulis Gus Mus dalam pesan tersebut.

Pesan yang ditulis dengan gaya khas Gus Mus yang lugas itu ditutup dengan ajakan untuk membagikan status tersebut tanpa perlu izin. (Ivan)