Rabu, 14 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Ketua PCNU Tangsel: Sinergi NU-Kemenag Harus Berdampak bagi Umat Kick Off Hari Santri Nasional, Ketua PCNU Tangsel: Dulu Jihad Fisik Sekarang Resolusi Peradaban 12 Personel Polres Metro Tangerang Kota Terima Penghargaan Kapolda atas Pengungkapan 25 Kg Sabu KH. DR. Sobron Zayyan Ingatkan Jaga Hati dari Buruk Sangka di Pengajian Hizib Bahar Ponpes Al Qur’aniyah Perkuat Sinergi Pers, Sekjen JTR Sambangi Ketua PWI Kabupaten Tangerang H. Saiful Milah Dilantik Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang, PWI Kota Ucapkan Selamat dan Sukses Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Hadiri Dzikir Akbar Hizib Bahar di Ponpes Al Qur’aniyah PERUMDAM TKR Terus Bergerak, Hadirkan Manfaat Bagi Masyarakat Kabupaten Tangerang
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Kebudayaan › Mahardhika Premium

Ketua PCNU Tangsel: Sinergi NU-Kemenag Harus Berdampak bagi Umat

BAGIKAN ARTIKELKetua PCNU Tangsel: Sinergi NU-Kemenag Harus Berdampak bagi Umathttps://www.mahardhikanews.com/2026/10/14/ketua-pcnu-tangsel-sinergi-nu-kemenag-harus-berdampak-bagi-umat/
Ketua PCNU Tangsel: Sinergi NU-Kemenag Harus Berdampak bagi Umat

 

 

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN, — Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan, H. Abdullah Mas’ud, M.Si., mendorong sinergi NU dan Kementerian Agama naik kelas, dari sekadar seremoni menjadi kolaborasi strategis yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam forum Ngopi Senja Keliling Kota yang digelar PCNU Tangsel bersama Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan bertema Bersinergi untuk Menguatkan Pendidikan Keagamaan, Harmoni, dan Pelayanan Umat.

“Kolaborasi NU dan Kemenag harus bersama-sama menyelesaikan persoalan umat. Kemenag memiliki instrumen negara, sementara NU memiliki kekuatan sosial dan jaringan jamaah hingga akar rumput,” ujar Abdullah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan keagamaan, penguatan harmoni sosial, dan transformasi pelayanan umat. Pesantren, madrasah, TPQ, majelis taklim, serta guru ngaji dinilai perlu diperkuat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan keagamaan yang adaptif dan berdaya saing.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel, H. Rifauddin, menyampaikan enam agenda kolaborasi utama yang perlu segera diwujudkan, yakni:

1. Pemutakhiran data pesantren agar kebijakan pembinaan lebih tepat sasaran.

2. Penguatan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pemerataan, peningkatan kompetensi, dan penguatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an.

3. Penguatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) untuk membekali calon pengantin dengan kesiapan mental, spiritual, kesehatan, komunikasi, dan ekonomi keluarga.

4. Penguatan rukyatul hilal untuk mendukung penentuan awal bulan hijriah secara akurat dan edukatif.

5. Pengecekan ulang arah kiblat di masjid, musala, pesantren, madrasah, dan fasilitas ibadah lainnya.

6. Percepatan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di lingkungan pesantren serta warga Nahdliyin.

Rifauddin menyebut Kemenag memiliki dua petugas pengawas halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang dapat mendukung pendampingan sertifikasi halal melalui gerakan WHO atau Wajib Halal Oktober.

Menurutnya, sertifikasi halal bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga bentuk perlindungan konsumen dan penguatan daya saing usaha masyarakat.

Abdullah menyambut baik enam agenda tersebut dan menyatakan kesiapan PCNU Tangsel menggerakkan struktur organisasi, lembaga, badan otonom, pesantren, madrasah, serta jaringan jamaah untuk mendukung pelaksanaannya.

“Ukuran keberhasilan bukan seberapa sering kita bertemu, tetapi seberapa banyak persoalan umat yang berhasil kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Ia berharap forum Ngopi Senja menjadi pintu masuk bagi kerja bersama yang memiliki target, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, dan evaluasi berkala.

“Dari gagasan lahir kolaborasi, dari kolaborasi lahir aksi, dan dari aksi lahir kemaslahatan. Kemenag melayani, NU menggerakkan, umat merasakan manfaat,” pungkasnya. (Ivan)