Jumat, 02 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
PWI Kota Tangerang Hadiri Pelantikan PWI Kabupaten Tangerang, Fairus: Momentum Perkuat Soliditas Wartawan GMPK Banten Tak Mau Antikorupsi Berhenti di Seremoni, Pemuda Disiapkan Jadi Ujung Tombak Pengurus PWI Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2026-2029 Resmi Dilantik Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Sinta Agatha M. Iqbal raih Penghargaan Stan Favorit pada Pameran Kriyanusa 2026 Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 37 Kasus Narkoba September 2026, 44 Tersangka Diamankan Sambangi Gedung PWI Kapolres Metro Tangerang Minta Kapolsek Respon Cepat Konfirmasi Wartawan Pemanggilan Saksi Jadi Babak Baru, Abel Dorong Penanganan Perkara Transparan dan Berkeadilan Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris: Pengrajin Tas Olahan Mengangkat Nama Baik Jambi
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Artikel › Mahardhika Premium

Pengurus PWI Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2026-2029 Resmi Dilantik

BAGIKAN ARTIKELPengurus PWI Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2026-2029 Resmi Dilantikhttps://www.mahardhikanews.com/2026/10/02/pengurus-pwi-kabupaten-tangerang-masa-bakti-2026-2029-resmi-dilantik/
Pengurus PWI Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2026-2029 Resmi Dilantik

 

 

MAHARDHIKAnews.com KAB. TANGERANG, – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang masa bakti 2026-2029 resmi dilantik dan dikukuhkan di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kamis 1 Oktober 2026.

Sebanyak 30 pengurus dan dua Dewan Penasihat PWI Kabupaten Tangerang dikukuhkan untuk menjalankan kepengurusan selama periode 2026-2029.

Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Hendra Wijaya, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan di antara seluruh anggota setelah pelaksanaan proses organisasi yang berlangsung sebelumnya.

Menurut Hendra, PWI Kabupaten Tangerang harus menjadi rumah bersama bagi seluruh anggotanya. Perbedaan yang pernah muncul di internal organisasi diharapkan tidak lagi menjadi penghalang dalam menjalankan tugas dan membangun organisasi.

“Yang selama ini berkubu, sekarang kita semuanya bersatu. Tidak ada lagi perbedaan. PWI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota,” ujar Hendra.

Hendra mengatakan, persatuan tersebut harus menjadi modal bagi pengurus dan anggota untuk menjaga marwah serta martabat PWI Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi melalui sikap dan profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga martabat organisasi. Jangan sampai kepentingan pribadi maupun kelompok mengalahkan kepentingan organisasi,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk membangun komunikasi serta soliditas dalam menjalankan roda organisasi.

Menurut Hendra, PWI Kabupaten Tangerang harus mampu menunjukkan bahwa organisasi profesi wartawan dapat berjalan secara profesional, berintegritas, dan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

“Mulai hari ini kita berjalan bersama. Kita jaga organisasi ini, kita jaga nama baik PWI, dan kita tunjukkan bahwa PWI Kabupaten Tangerang bisa semakin solid dan bermartabat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra, menyampaikan pesan agar kepengurusan baru PWI Kabupaten Tangerang segera membangun kebersamaan dan membawa organisasi dengan semangat baru.

“Sekarang saatnya bersatu membangun PWI Kabupaten Tangerang dengan wajah baru,” kata Rian.

Menurut Rian, kepengurusan baru diharapkan dapat memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan yang tergabung di dalamnya.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, turut menyampaikan harapannya agar PWI Kabupaten Tangerang tetap memegang norma organisasi dan menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kita terus melanjutkan kolaborasi untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat di bidang tugasnya masing-masing,” ujar Maesyal.

Maesyal juga mengingatkan agar PWI tetap menghormati norma-norma yang berlaku, baik di lingkungan organisasi maupun dalam menjalankan hubungan dengan pihak lain.

“Pesan-pesannya supaya PWI betul-betul menghormati norma-norma yang ada, baik itu di institusi PWI maupun di tempat-tempat yang lainnya yang sudah dijalankan oleh PWI. Itu yang harus kita pegang,” katanya.

Menurut Maesyal, kepatuhan terhadap norma organisasi dan terjaganya hubungan baik dengan pemerintah daerah penting agar keberadaan PWI dapat diterima oleh berbagai pihak.

“Kenapa begitu? Karena dengan norma-norma mudah-mudahan kita semuanya diterima oleh semua pihak. Norma-norma yang dipegang oleh PWI, hubungan yang baik dengan Pemerintah Daerah, itulah yang harus kita pegang juga,” pungkasnya. (Ivan)