Juli 24, 2026

H. Uyat S.Pd., Terpilih Kembali Menjadi Ketua PGRI Karawang Periode 2025-2030

1747382947790
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, – H. Uyat, S.Pd kembali terpilih menjadi ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang Periode 2025-2030 dalam konferensi PGRI Karawang tahun 2025 di Festive Walk Karawang pada Kamis (15/05).

Dalam pemilihan tersebut H. Uyat, S.Pd mengungguli pesaingnya, Bambang Novianto, dengan selisih 65 suara. Dari total 498 pemilih, H. Uyat, S.Pd merupakan calon pertahana meraih 281 suara. Sementara Bambang Novianto memperoleh 216 suara, dan 1 suara dinyatakan tidak sah.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua PGRI Jawa Barat, perwakilan Disdikpora Karawang, Kejaksaan Negeri Karawang, serta para pengurus dan anggota PGRI dari seluruh cabang se-kabupaten Karawang.

Usai terpilih, H. Uyat, S.Pd menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan akan membentuk jajaran pengurus yang kredibel dan memperkuat sinergi dengan birokrasi.

“Alhamdulillah saya masih dipercaya memimpin PGRI untuk lima tahun kedepan. Langkah awal kami adalah membentuk kepengurusan yang solid. Yang tak kalah penting, kami akan menjalin koordinasi yang erat dengan birokrasi agar organisasi agar berjalan lancar,” ujar H. Uyat, S.Pd.

H. Uyat, S.Pd. menjelaskan, salah satu program prioritas nanti adalah memperjuangkan nasib guru honorer, khususnya terkait penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

“Saat ini masih ada lebih dari 500 guru honorer yang belum menerima SK. Saya berkomitmen untuk terus mengawal proses ini. InsyaAllah, pada Maret 2026, sebanyak 1.596 guru akan disahkan menjadi PPPK. Kami akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru, langkah demi langkah,” tegasnya.

Dengan pengalaman sebagai Plt Ketua PGRI selama setahun terakhir, H. Uyat, S.Pd optimis dapat merealisasikan berbagai program kerja yang selama ini telah dirancang.

“Selama menjabat sebagai Plt, saya sudah menyusun berbagai gagasan. Lima tahun kedepan, semua itu akan kami tuangkan dalam konvensi kerja. Intinya, saya akan terus membela anggota, sesuai dengan prinsip organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Barat, Ahmad Juhana, berharap kepengurusan baru PGRI Karawang agar lebih responsif terhadap aspirasi dan keluhan para guru.

“Pengurus baru harus menjadi bagian utuh dari PGRI dan lebih banyak mendengar suara guru di lapangan. PGRI adalah organisasi perjuangan, keprofesian, dan kesejahteraan. Ketiganya harus dijalankan secara seimbang,” ujarnya.

Ahmad Juhana juga menyoroti pentingnya memperjuangkan status guru honorer agar lebih banyak yang bisa diangkat menjadi PPPK.

“Kondisi guru saat ini perlu perhatian serius, terutama dalam hal penempatan dan pengangkatan PPPK. PGRI harus hadir untuk memastikan adanya kesetaraan status bagi seluruh guru,” pungkasnya. (Dedi Hunter)