Rabu, 30 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
SDN Harja Mekar 01 Cikarang Utara Gelar Maulid Nabi, PLT Kepsek Susi S.Pd Hadirkan Dakwah Boneka KA Hae n Steven RR. Okki Jusuf Judanagara: Merajut Warisan Tarumanagara dan Gagasan Pembangunan Berbasis Kearifan Nusantara Nyamar Jadi Petugas Provider, Spesialis Pencuri Tower BTS Ditangkap di Tangerang Narita Hotel Tangerang Perkuat Segmen Keluarga, Luncurkan Kamar Disney dan Captain Capy Ribuan Massa BPPKB Banten Turun, Soroti Dugaan Terbitnya Izin Keramaian Polres Pandeglang Terhadap Organisasi Yang Bersengketa Hukum Polda Banten Bongkar Praktik “Kencingan” Solar Subsidi di Pulo Ampel, Dua Tersangka Diamankan Ponpes Almuqriyah Gelar Festival Qosidah dalam Perayaan HUT Banten ke 26 Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Struktur
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Sosial › Mahardhika Premium

Pekalongan Berduka, Akibat Banjir Bandang Dan Longsor, 16 Orang Meninggal Dunia dan 10 Luka-luka

BAGIKAN ARTIKELPekalongan Berduka, Akibat Banjir Bandang Dan Longsor, 16 Orang Meninggal Dunia dan 10 Luka-lukahttps://www.mahardhikanews.com/2025/01/21/pekalongan-berduka-akibat-banjir-bandang-dan-longsor-16-orang-meninggal-dunia-dan-10-luka-luka/
Pekalongan Berduka, Akibat Banjir Bandang Dan Longsor, 16 Orang Meninggal Dunia dan 10 Luka-luka

MAHARDHIKAnews.com PEKALONGAN, — Akibat diguyur  hujan sejak hari Senin (17/01) hingga hari Selasa saat ini (18/01) desa Kasipar Kecamatan Petung Kriyono yang berada di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah dilanda bencana longsor.

MAHARDHIKAnews.com PEKALONGAN, — Akibat diguyur  hujan sejak hari Senin (17/01) hingga hari Selasa saat ini (18/01) desa Kasipar Kecamatan Petung Kriyono yang berada di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah dilanda bencana longsor.

Dikutip dari siaran langsung breaking news Metro TV, ada 1 orang korban yang sudah meninggal dunia dan ditemukan dan ada 10 orang yang menderita luka-luka. Mereka sebagian besar adalah warga desa Petung Kriyono.

Akibat musibah longsor tersebut, 10 rumah dan jembatan Tambelan yang menghubungkan antara kecamatan Doro dan Kecamatan Petung Kriyono terputus.

Kondisi ini membuat usaha evakuasi menjadi terhambat karena tim harus memutar melalui Kecamatan Banjarnegara hingga memakan waktu 3 jam. Wilayah Petung Wriyono sendiri memang berada dilereng dan perbukitan

Demikian disampaikan Kapolres Pekalongan dalam wawancara langsungnya dengan presenter Metro TV, AKBP Doni Prakoso, Selasa (18/01).

“Jadi yang menghambat usaha evakuasi sedikit terhambat karena jembatan Tambelan terputus, dan curah hujan yang masih saja berlangsung hingga beresiko longsor susulan,” ujar Doni.

Hingga saat ini, pihak polisi dengan dibantu warga dan tim BPBD masih terus melakukan usaha evakuasi.

Sejumlah korban yang rusak rumahnya terlihat mengungsi di kantor desa dan kecamatan setempat.

Kapolres juga menghimbau kepada seluruh warga yang tinggal di lereng dan tebing agar berhati-hati dan mengawasi pergerakan tanah karena dikhawatirkan longsor susulan. (Ivan)