Rabu, 30 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
SDN Harja Mekar 01 Cikarang Utara Gelar Maulid Nabi, PLT Kepsek Susi S.Pd Hadirkan Dakwah Boneka KA Hae n Steven RR. Okki Jusuf Judanagara: Merajut Warisan Tarumanagara dan Gagasan Pembangunan Berbasis Kearifan Nusantara Nyamar Jadi Petugas Provider, Spesialis Pencuri Tower BTS Ditangkap di Tangerang Narita Hotel Tangerang Perkuat Segmen Keluarga, Luncurkan Kamar Disney dan Captain Capy Ribuan Massa BPPKB Banten Turun, Soroti Dugaan Terbitnya Izin Keramaian Polres Pandeglang Terhadap Organisasi Yang Bersengketa Hukum Polda Banten Bongkar Praktik “Kencingan” Solar Subsidi di Pulo Ampel, Dua Tersangka Diamankan Ponpes Almuqriyah Gelar Festival Qosidah dalam Perayaan HUT Banten ke 26 Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Struktur
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Sosial › Mahardhika Premium

Belasan Tahun Tak Jua Dapat Perhatian, Rumah Tak Layak Huni di Desa Tanjakan Tangerang Rubuh

BAGIKAN ARTIKELBelasan Tahun Tak Jua Dapat Perhatian, Rumah Tak Layak Huni di Desa Tanjakan Tangerang Rubuhhttps://www.mahardhikanews.com/2024/03/22/belasan-tahun-tak-jua-dapat-perhatian-rumah-tak-layak-huni-di-desa-tanjakan-tangerang-rubuh/
Belasan Tahun Tak Jua Dapat Perhatian, Rumah Tak Layak Huni di Desa Tanjakan Tangerang Rubuh

MAHARDHIKAnews.com KAB. TANGERANG,- Memiliki rumah idaman atau layak huni menjadi sebuah harapan bagi masyarakat pada umumnya. Namun hal itu sepertinya hanya menjadi sebuah angan belaka bagi salah satu warga Kabupaten Tangerang.

MAHARDHIKAnews.com KAB. TANGERANG,- Memiliki rumah idaman atau layak huni menjadi sebuah harapan bagi masyarakat pada umumnya. Namun hal itu sepertinya hanya menjadi sebuah angan belaka bagi salah satu warga Kabupaten Tangerang.

Misalnya saja Nuratika, Warga yang beralamat di Kampung Kedung Putat RT 01 RW 01. Desa tanjakan mekar, kabupaten Tangerang tersebut, meski sudah belasan tahun tinggal dengan kondisi Rumah yang tidak layak huni belum menjadi perhatian pemerintah setempat dalam mensejahterakan masyarakat melalui program pemerintah.

Mirisnya Rumah yang Ia tinggali saat ini hancur berantakan dengan kondisi yang memprihatinkan. Hal itu terjadi pasca intensitas curah hujan yang sangat tinggi disertai angin besar mengharuskan rumah milik Nuratika ambruk pada Jum,at.22/3/24

Meski sudah dua kali Nuratika dan keluarganya mengajukan untuk bedah rumah di tahun tahun Sebelumnya namun hingga kini belum terealisasi.

“Saya sudah ngajuin dulu sama pihak kelurahan katanya sabar aja.
Sekarang saya sama keluarga mau tidur dimana rumah hancur berantakan begini,”tandasnya.

Saat dikonfirmasi awak media pihak Kecamatan Rajeg melalui Staff pemberdayaan masyarakat. Suradi menyebutkan, Rumah Tidak layak huni yang didiami Nuratika dan keluarga sudah masuk perencanaan pembangunan bedah Rumah dengan anggaran dana desa. Namun demikian pihaknya akan tetap mendorong pengajuan tersebut untuk segera terealisasi tahu ini.

“ya saya juga sudah tanyakan ke Pak Lurah Uti dan menurut beliau memang tahun ini rumah tersebut sudah terdata untuk dilakukan bedah rumah,” ungkapnya.

Senada, ketua Rt setempat Oni mengatakan Rumah yang kini mengalami ambruk tersebut memang sudah dua kali diajukan untuk program bedah rumah ke pemerintah setempat.

“Saya kan Rt baru di sini. Sebelumnya sama Rt yang lama juga sudah diajukan supaya rumah ini dibedah, mungkin giliran kali pak, ” Tutupnya.

( Jun/tim )