MAHARDHIKAnews.com TANGSEL,– Sebanyak 18 Orang Peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar Banser ) dan 19 Orang Peserta Pelatihan Kemimpinan Dasar (PKD) Ansor, Kecamatan Anak Cabang Ansor Ciputat Timur, semua kompak semangat sampai akhir, demikian teriak semua peserta saat di jemur di pelataran lapangan Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) Nurul Falah Pladen Pondok Ranji, Sabtu ( 18/01/24).
MAHARDHIKAnews.com TANGSEL,– Sebanyak 18 Orang Peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar Banser ) dan 19 Orang Peserta Pelatihan Kemimpinan Dasar (PKD) Ansor, Kecamatan Anak Cabang Ansor Ciputat Timur, semua kompak semangat sampai akhir, demikian teriak semua peserta saat di jemur di pelataran lapangan Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) Nurul Falah Pladen Pondok Ranji, Sabtu ( 18/01/24).
Instruktur kegiatan Diklatsar Banser Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Ciputat Timur Tangerang Selatan, Mohammad Syaiful Anam mengatakan, “Untuk di kukuhkan menjadi Banser menang tidaklah mudah, karena Banser akan menjadi yang terdepan mengawal ulama dan tentunya mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pengukuhan dilakukan setelah semua peserta diberikan materi pembelajaran yang meliputi Ke NU an, Ke Ansor an, Ke Banser an Ke Aswaja’an, juga Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pelatihan Baris berbaris, Military Banser serta yng kekinian adalah Cyber Crime dan Pasukan penjaga media sosial, dan selain materi seluruh peserta pun diberikan penggemblengan fisik dan mental selama kurang lebih tiga hari secara marathon berturut-turut dari Jum’at tgl 17/01/24 sd Ahad 19/01/24, ” Ungkap Cak Syaif.
Kemudian lanjut Cak Syaif, demikian panggilan akrabnya menambahkan, “Mereka akan dinyatakan lulus apabila telah mengikuti seluruh nya dan telah memenuhi syarat standar menjadi kader baik untuk peserta Diklatsar maupun PKD semua akan ada ukuran kelulusan nya, dan tidak mesti semua peserta akan bisa lulus sebelum memenuhi standar kader.
“Karena tujuan dari Diklatsar Banser dan PKD Ansor adalah untuk menciptakan kader militan Nahdlatul Ulama ( NU ) yang siap merawat umat dengan berbagai ragam di Indonesia, menjaga toleransi dan kerukunan, persatuan dengan kebersamaan di tengah masyarakat Kota Tangerang Selatan yang sangat beragam, di dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kegiatan ini juga bagian dari menciptakan kader kader yang siap untuk menghalau idiologi idiologi yang bertentangan dengan Pancasila dan kelompok orang orang yang berusaha memecah belah Bangsa Indonesia, “Tutup Cak Syaif yang juga mantan Ketua PAC Ansor Pondok Aren. (Cholik)


