Rabu, 30 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
RR. Okki Jusuf Judanagara: Merajut Warisan Tarumanagara dan Gagasan Pembangunan Berbasis Kearifan Nusantara Nyamar Jadi Petugas Provider, Spesialis Pencuri Tower BTS Ditangkap di Tangerang Narita Hotel Tangerang Perkuat Segmen Keluarga, Luncurkan Kamar Disney dan Captain Capy Ribuan Massa BPPKB Banten Turun, Soroti Dugaan Terbitnya Izin Keramaian Polres Pandeglang Terhadap Organisasi Yang Bersengketa Hukum Polda Banten Bongkar Praktik “Kencingan” Solar Subsidi di Pulo Ampel, Dua Tersangka Diamankan Ponpes Almuqriyah Gelar Festival Qosidah dalam Perayaan HUT Banten ke 26 Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Struktur Ombudsman RI Sidak Lapas Pemuda Tangerang, Tinjau Pemenuhan Hak dan Pelayanan WBP
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Ekonomi › Mahardhika Premium

Tak Hanya Duren, Banten Kini Punya Agrowisata Kopi Gunung Karang Bagi Para Pelancong Penikmat Kopi

BAGIKAN ARTIKELTak Hanya Duren, Banten Kini Punya Agrowisata Kopi Gunung Karang Bagi Para Pelancong Penikmat Kopihttps://www.mahardhikanews.com/2023/11/28/tak-hanya-duren-banten-kini-punya-agrowisata-kopi-gunung-karang-bagi-para-pelancong-penikmat-kopi/
Tak Hanya Duren, Banten Kini Punya Agrowisata Kopi Gunung Karang Bagi Para Pelancong Penikmat Kopi

MAHARDHIKAnews.com PANDEGLANG, – Masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkolaborasi dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten mengembangkan Agrowisata Kopi Gunung Karang,  Pengembangan agrowisata kopi berlokasi  di Juhut Kabupaten Pandeglang ini untuk meningkatkan produktivitas wilayah konservasi.

MAHARDHIKAnews.com PANDEGLANG, – Masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkolaborasi dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten mengembangkan Agrowisata Kopi Gunung Karang,  Pengembangan agrowisata kopi berlokasi  di Juhut Kabupaten Pandeglang ini untuk meningkatkan produktivitas wilayah konservasi.

Pengembangan agrowisata ini dilakukan sebagai upaya menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat. Serta dapat menjadi daya tarik destinasi wisata kopi di Kabupaten Pandeglang.

Hal tersebut di ungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar usai meresmikan Imah Kopi Gunung Karang di Kelurahan Juhut Kabupaten Pandeglang, Minggu (26/11/2023).

“Ini bagian dalam rangka kita menumbuhkembangkan ekonomi khususnya di Kabupaten Pandeglang. Saya yakin akan banyak masyarakat mendapatkan nilai tambah disini seperti UMKM serta menumbuhkan ekonomi kreatif” ujarnya.

Al Muktabar menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk menyediakan pasar bagi para petani kopi di Provinsi Banten dengan konsep penjualan baik dengan metode pemasaran melalui platform digital, stan pameran di tingkat nasional bahkan internasional, serta berkolaborasi dengan para investor penggiat kopi yang memiliki cafe-cafe di berbagai tempat di Indonesia bahkan luar negeri dengan cara kontrak kerja sama menggunakan kopi produk lokal Banten.

“Penjualannya, tentu nanti kita siapkan banyak metode, platfom digital, Plasa Banten, konvensional juga kita siapkan, kolaborasi kerja sama dengan para penggiat kopi. Kopi kita spesifik dan punya nilai tambah tinggi itu akan menjadi keuntungan petani kopi kita”, tambahnya.

“Selain kita berikan bibit Kopi ke para petani Kopi, kita juga memberikan pembinaan terhadap desain produknya, juga transaksi menggunakan digital Qris dari Bank Banten,” sambungnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan pada pengembangan agrowisata kopi di Kabupaten Pandeglang ini, pihaknya menghadirkan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) serta para investor bisnis kopi agar kopi khas Banten dikenal lebih luas oleh para investor.

“Di sini kita menghadirkan Badan Musyawarah Perbankan Daerah serta Investor bisnis kopi dengan harapan kopi Banten dapat masuk ke para investor,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya mendorong agrowisata kopi ini dengan harapan dapat menumbuhkan UMKM serta dapat menjadi pariwisata kopi (Coffee Tourism) dikarenakan dari wilayah Gunung Karang Kabupaten Pandeglang ini penanaman dan pengembangan kopi sudah ada sejak lama sehingga dapat menciptakan destinasi pariwisata yang berbasis kopi.

“Harapan kita para wisatawan dari luar bukan hanya mencari durian banten yang sudah dikenal, tetapi juga mencari kopi khas Banten,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengungkapkan pada kesempatan ini Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan sebanyak 5.000 batang bibit kopi kepada Kelompok Tani Kelurahan Juhut.

Selain itu, lanjut Agus pengembangan pariwisata dan komoditas kopi di Provinsi Banten melalui showcase kopi atau Imah Kopi Gunung Karang yang baru saja diresmikan oleh Pj Gubernur Banten merupakan kolaborasi Pemprov Banten bersama Bank Indonesia dengan pengelolaannya oleh Lembaga Ekonomi Masyarakat Tri Sanghyang Kelurahan Juhut Kecamatan Karang Tanjung Kabupaten Pandeglang sebagai pelaku utama.

“Tujuan jangka pendeknya akan menjadi peningkatan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kreatif. Sedangkan Tujuan jangka panjangnya sebagai tanaman konservasi,” imbuhnya. (Ngkong)