Rabu, 14 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Ketua PCNU Tangsel: Sinergi NU-Kemenag Harus Berdampak bagi Umat Kick Off Hari Santri Nasional, Ketua PCNU Tangsel: Dulu Jihad Fisik Sekarang Resolusi Peradaban 12 Personel Polres Metro Tangerang Kota Terima Penghargaan Kapolda atas Pengungkapan 25 Kg Sabu KH. DR. Sobron Zayyan Ingatkan Jaga Hati dari Buruk Sangka di Pengajian Hizib Bahar Ponpes Al Qur’aniyah Perkuat Sinergi Pers, Sekjen JTR Sambangi Ketua PWI Kabupaten Tangerang H. Saiful Milah Dilantik Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang, PWI Kota Ucapkan Selamat dan Sukses Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Hadiri Dzikir Akbar Hizib Bahar di Ponpes Al Qur’aniyah PERUMDAM TKR Terus Bergerak, Hadirkan Manfaat Bagi Masyarakat Kabupaten Tangerang
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Politik › Mahardhika Premium

Kokohkan Wawasan Kebangsaan, Pj Gubernur Banten Akan Optimalkan Peran Kepala Desa

BAGIKAN ARTIKELKokohkan Wawasan Kebangsaan, Pj Gubernur Banten Akan Optimalkan Peran Kepala Desahttps://www.mahardhikanews.com/2023/02/20/kokohkan-wawasan-kebangsaan-pj-gubernur-banten-akan-optimalkan-peran-kepala-desa/
Kokohkan Wawasan Kebangsaan, Pj Gubernur Banten Akan Optimalkan Peran Kepala Desa

MAHARDHIKAnews.com – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar akan mengoptimalkan peran Kepala Desa dalam memperkokoh wawasan kebangsaan hingga tingkatan terkecil yakni keluarga. Dengan pondasi yang kuat itu, diharapkan akan mempengaruhi kekuatan secara berjenjang sampai tingkat Nasional.

MAHARDHIKAnews.com – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar akan mengoptimalkan peran Kepala Desa dalam memperkokoh wawasan kebangsaan hingga tingkatan terkecil yakni keluarga. Dengan pondasi yang kuat itu, diharapkan akan mempengaruhi kekuatan secara berjenjang sampai tingkat Nasional.

Maka dari itu, peran Kepala Desa sangat penting sekali dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan itu. “Dalam waktu dekat kita akan skemakan bagaimana teknis di lapangannya nanti. Bisa saja nanti bersamaan dengan gerakan penanganan stunting yang kita lakukan secara bergotong royong,” kata Al Muktabar seusai menghadiri Penyelenggaraan Kampung Wawasan Kebangsaan Angkatan I di Aula Kantor Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (20/2/2023).

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, Forkopimda, serta Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah sebagai pemateri dengan tema pembekalan wawasan kebangsaan, membangun Indonesia dari Desa.

Al Muktabar melanjutkan, Kepala Desa juga akan dioptimalkan sebagai hakim desa yang mempunyai fungsi sebagai juru damai berbagai konflik yg terjadi di wilayahnya. Dalam mewujudkan kehidupan yang aman, nyaman dan sejahtera serta memperkokoh NKRI yang berdasarkan asas Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

“Gerakan bottom up ini akan sangat efektif, karena ia muncul dari bawah, apalagi nanti gerakannya masif,” ucapnya.

Diungkapkan Al Muktabar, bangsa Indonesia ini disatukan oleh sikap saling memiliki di atas keberagaman yang kompleks. Hal itu jika tidak dirawat dengan baik, maka akan muncul percikan perpecahan.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar kita dalam membangun keindonesiaan itu. Karena Indonesia itu disatukan dalam beberapa pemikiran saling memiliki,” katanya.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah dalam pemaparannya mengungkapkan, para tokoh asal Banten mempunyai sejarah panjang yang turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang tergabung dalam BPUPKI. Bahkan ketokohan mereka sangat diperhitungkan oleh para penjajah kala itu.

“Ada Abdul Fatah Hasan, Husain Djajadiningrat dan Maria Ulfah. Bahkan saat ini banyak juga tokoh yang dari Banten menjadi tokoh nasional yang sudah dikukuhkan,” katanya.

Atas hal itu, dirinya merasa terpanggil untuk memberikan wawasan kebangsaan ini kepada masyarakat Banten. “Bagi saya Banten ini merupakan daerah yang sangat istimewa, dimana tokoh-tokoh nasional banyak dilahirkan dari sini,” ujarnya.

Oleh karenanya, Basarah tidak meragukan lagi rasa cinta tanah air atau nasionalisme masyarakat Banten saat ini.

“Tapi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sampai tahun 2021 lalu tingkat kerukunan keberagaman di Provinsi Banten sudah cukup tinggi mencapai 69 persen lebih,” ujarnya.

Diungkapkan Basarah, nilai-nilai wawasan kebangsaan itu saat ini sangat penting diberikan kepada masyarakat, sebab dalam pelajaran di bangku sekolah, sudah tidak diajarkan lagi Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

“Padahal pelajaran itu sangat penting sekali dalam memperkokoh idiologi Pancasila. Sebagai gantinya, maka gerakan wawasan kebangsaan seperti ini sangat bagus untuk dimasifkan sampai tingkat Desa,” pungkasnya. (IrfanAbatasa)